”Saya terkejut karena ternyata kualitas teknik, fisik, dan mental pemain sangat rendah. Kualitas mereka bahkan jauh tertinggal dari Vietnam,” tutur Riedl seusai seleksi perdana tim nasional di Stadion Mattoanging, Rabu (2/6) pagi.
Dia mengaku memiliki penilaian berbeda ketika memantau para pemain sejak tiba di Tanah Air pada 9 Mei lalu.
”Saya tadinya mengira kualitas pemain sedikit lebih baik, terutama kondisi fisik, mengingat kompetisi baru selesai beberapa hari lalu,” ungkap pelatih asal Austria ini.
Ternyata para pemain tampak megap-megap saat diminta Riedl berlari keliling lapangan. Saat latihan memasuki sesi pemahaman taktik, beberapa pemain tampak kebingungan menjalankan instruksi Riedl. Beberapa pemain, seperti Andik Vermansah (Persebaya Surabaya), Ricardo Salampessy (Persipura Jayapura), dan Diva Tarkas (PSM Makassar), pun kerap dimarahi Riedl.
”Hal ini menjadi pekerjaan rumah terberat meskipun saya optimistis kemampuan pemain bisa dibenahi sebelum Piala AFF berlangsung,” ujar Riedl.
Seleksi kali ini diikuti 22 pemain dari 25 pemain yang dipanggil. Tiga pemain Arema Malang—Ahmad Bustomi, Benny Wahyudi, dan Fachrudin—belum bisa mengikuti seleksi dengan alasan berbeda. Ahmad Bustomi menikah, sedangkan Benny dan Fachrudin masih cedera.
Menurut asisten manajer tim nasional Iwan Budianto, ketiganya akan bergabung dalam seleksi tahap pertama wilayah barat pada 7-8 Juni di Jakarta. Seleksi wilayah barat masih akan diikuti beberapa muka lama, seperti Bambang Pamungkas (Persija Jakarta), Ponaryo Astaman (Sriwijaya FC), dan Markus Harison (Persib Bandung).
”Seleksi ini untuk pembentukan tim nasional yang akan mengikuti Piala AFF sehingga tidak ada pembatasan usia,” kata Iwan.
Kendati mayoritas peserta seleksi wilayah timur adalah pemain muda, beberapa muka lama juga masih turut serta, seperti Boaz Solossa dan Yandri Pitoy (Persipura Jayapura), serta Hamka Hamzah (Persisam Samarinda).
Seleksi juga masih diikuti beberapa pemain yang berpostur di bawah 170 sentimeter, seperti Andik Vermansah dan Octovianus Maniani (Persitara Jakarta Utara). ”Mereka dipilih karena memiliki skill istimewa,” kata Timo Scheunemann, salah satu anggota tim pemantau Badan Tim Nasional PSSI.
Selain Riedl dan staf pelatih, BTN memiliki wewenang untuk memilih pemain yang dianggap menonjol selama kompetisi musim lalu. Bahkan, 38 pemain dari 50 peserta seleksi tahap pertama merupakan hasil rekomendasi BTN. Namun, seleksi pembentukan tim nasional masih terbuka bagi pemain lain.
”Kalau tim pelatih belum puas dengan 50 pemain yang sudah terpilih, seleksi tahap kedua bulan depan bisa diikuti pemain baru,” tutur Iwan Budianto.
Dari dua tahap seleksi itu, tim pelatih akan menetapkan 35 pemain untuk menjalani pemusatan latihan pada bulan Agustus mendatang.