Din syamsuddin:

Palestina Korban Kejahatan Kemanusiaan

Kompas.com - 03/06/2010, 15:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tindakan pasukan Israel menyerang Kapal Mavi Marmara yang merupakan kapal pembawa bantuan misi kemanusian ke jalur Gaza, jangan dipandang sebagai perselisihan agama. Namun, tindakan Israel tersebut merupakan pelanggaran kemanusian.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah pada jumpa pers World Peace Forum III di kantor Muhammdiyah, Kamis (3/6/2010).

"Kami jelas mendukung kemerdekaan Palestina. Tindakan Israel tersebut merupakan kejahatan kemanusian, bukan perang agama," katanya.

Dikatakan Din, selama ini Muhammdiyah telah melakukan langkah-langkah kongkret bagi Palestina. "Di dalam negeri, kami telah menggalang solidaritas bersifat lintas agama. Seperti mengirim tim-tim medis. Ke depan, kami akan menggalang kebersamaan lembaga-lembaga solidaritas untuk Palestina," papar Din.

Dengan tindakan Collective Action, kata Din, akan memberikan efek jera bagi Israel. "Tindakan Israel seperti tak ada yang mampu membendung. Resolusi-resolusi yang dikeluarkan PBB selalu mentah. Karena itu, kami perlu mengajak negara-negara Arab untuk bersatu," ujarnya.

Lebih lanjut Din meminta pemerintah mengambil langkah-langkah yang efektif bagi Palestina. "Langkah Indonesia sudah jelas, yaitu mendukung kemerdekaan Palestina. Oleh karena itu, kami senantiasa mendorong Republik Indonesia untuk mengambil langkah-langkah efektif. Artinya, tidak hanya sebatas peryataan tetapi perbuatan," ungkapnya.

"Yang paling penting adalah jangan membuka hubungan apapun dengan Israel seperti perdagangan, politik, dan diplomatik," kata Din Syamsuddin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau