JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menungkapkan pihaknya akan menggelar pertemuan dengan DPR RI untuk membahas rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik pada hari Senin mendatang.
Namun Hatta enggan 'buka-bukaan' kisaran kenaikan TDL dan kapan mulai diberlakukannya tarif resmi tersebut. "Saya belum tahu, tetapi besaran kenaikan sudah ditetapkan di APBN," ujar Hatta di Jakarta, Kamis (3/6/2010).
Ketika ditanya kapan subsidi bensin akan ditarik, Hatta menyatakan, hal itu masih sebatas wacana, dimana belum akan direncanakan dalam jangka waktu dekat. "Belum ada rencana pengurangan subsidi, belum ada pembicaraan untuk itu," kata Hatta yang mantan Menteri Perhubungan ini.
Sebelumnya, Direktur Umum PLN Dahlan Iskan, baru-baru ini, menyatakan pihaknya bersama pemerintah tengah menyiapkan formula kenaikan TDL lima hingga 15 persen.
Kenaikan TDL itu mencakupi pelanggan rumah tangga hingga bisnis. Sesuai yang ditetapkan di APBN Perubahan 2010, TDL akan mengalami kenaikan 10 persen.
PLN menyiapkan dua skenario soal kenaikan TDL. Pertama, tarif pelanggan listrik 450 dan 900 Watt naik lima persen. Sedangkan konsumen 1.300 dan 2.200 Watt naik 10 persen. Hanya konsumen bisnis 6.600 dan 13.200 Watt yang tidak mengalami kenaikan.
Sedangkan skenario kedua, konsumen listrik 450 dan 900 Watt tidak mengalami kenaikan. Hanya pelanggan 1.300 dan 2.200 Watt yang naik 15 persen. Pelanggan bisnis 6.600 dan 13.200 Watt juga tidak mengalami kenaikan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang