Penumpang Lion Tujuan Nias Protes

Kompas.com - 03/06/2010, 19:11 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Rombongan Konser Peduli Nias yang berangkat dari Bandara Polonia Medan ke Bandara Binaka, Gunung Sitoli, Pulau Nias, menggunakan Lion Air protes, Kamis (3/6/2010) sore. Pasalnya pesawat dengan nomor penerbangan JT 1262 yang seharusnya berangkat pukul 16.40 WIB tertunda. Alasan Yuli Aspita, Districk Manager Lion Air Bandara Polonia, karena cuaca buruk.

Namun alasan ini tidak serta merta diterima begitu saja oleh seluruh penumpang Lion Air, karena pihak Lion Air baru mengumumkan pada pukul 17.30 WIB.

Penumpang pun makin bertambah berang, karena pihak Lion Air menelantarakan mereka. Sesuai aturan, kalau terjadi penundaan penerbangan dan penumpang diterbangkan keesokan harinya, maka pihak maskapai harus menanggung penginapan penumpang di kota tersebut.

Hingga saat ini para penumpang masih tetap menuntut pihak Lion Air agar menyediakan fasilitas penginapan untuk malam ini. Namun, lagi-lagi pihak Lion tetap kukuh pada pendiriannya.

Salah seorang penumpang, Hermansyah dari Nias, Gunung Sitoli mengatakan dia tetap menuntut agar pihak Lion menanggung biaya penginapan malam ini. Apalagi di Medan, Hermansyah tidak memiliki famili. Penumpang lainnya pun memiliki tuntutan senada.

Penumpang merasa pihak Lion Air mendiksriminasikan mereka, karena wisman yang juga batal terbang ke Gunung Sitoli justru mendapatkan perlakuan istimewa dan diajak berkomunikasi dengan baik. Sementara terhadap penumpang pribumi justru malah bersitegang.

Lion Air menerbangi rute Medan-Gunung Sitoli dua kali sehari, pertama pukul 09.00 dan kedua pukul 16.40. Yuli Aspita menjanjikan akan menerbangkan para penumpang besok (Jumat, 4/6/2010) pukul 05.30.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau