BOGOR, KOMPAS.com- Sekitar 300 warga berebut makanan gratis yang disediakan Pemerintah Kota Bogor di halaman belakang Gedung DPRD setempat, , Kamis (3/6/2010). Penyediaan hidangan gratis itu berkaitan dengan puncak peringatan Hari Jadi ke -528 Bogor, yang jatuh pada hari Rabu kemarin.
Berbagai jenis makanan disediakan, seperti tumpeng nasi kuning (ada sekitar 50 tampah), doclang (ketupat bumbu kacang khas Bogor), asinan bogor, toge goreng, laksa, sampai es doger dan es cingcau.
Kecuali nasi tumpeng yang dibuat oleh kelurahan dan instansi di Pemko Bogor, makanan lainnya diborong panitia dari para pedagang aslinya yang berjualan di berbagai sudut Kota Bogor.
Mereka yang datang adalah warga dari berbagai penjuru Kota Bogor, yang memang tahu setiap ada peringatan HJB disediakan makan gratis bagi warga yang datang. Di bawah tenda yang sama, para undangan resmi peringatan hari jadi itu juga menikmati hidangan yang sama, namun tentunya lebih tertib.
"Saya senang setiap HJB ada makan macam-macam gratis. Ini saya bawa pulang untuk anak-anak di rumah," kata Maesaroh (48), seorang janda ditinggal mati suami yang punya tiga anak.
Ia memasukkan berbagai makanan ke dalam kantong plastik yang sengaja dibawanya dari rumah. Warga Cimahpar itu setiap HJB selalu menyempatkan datang untuk mendapat makan gratis. "Resep (senang)," katanya.
Endang (54) berhasil mendapat nasi tumpeng dua tambah. "Ini mau saya bawa ke Pasar Anyar. Babaturan (teman sekerjanya) sudah menunggu. Buat makan siang bersama di pasar," kata Endang, yang bersama seorang temannya menjunjung nasi tumpeng berwadah nampah di kepala masing-masing.
Warga Cimahpar (Bogor Utara) yang juga senang adalah Ujang, pedagang doclang. "Dagangan saya diborong Pemda. Hari ini saya untung. Pemda borong 250 piring. Satu piringnya dibayar Rp 3.000," katanya.
Dalam sidang paripurna DPRD menyambut HJB, Wali Kota Bogor Diani Budiarto mengatakan, ada hal baru yang mulai dilakukan bersama antara Pemkot dan Pemkab Bogor. Yakni, memulai langkah, pemahaman, dan kesadaran baru akan pentingnya sinergi dan kerja sama antara pemda dan masyarakat dua wilayah tersebut.
"Hal itu diwujudkan dalam penandatangan nota kesepahaman antara Pemko dan Pemkab yang berlangusung di Cibinong 20 Mei lalu," katanya.
Wali Kota mengaskan, sinergi dan kerjasama antara dua pemda itu memang suatu keniscayaan, yang harus dilakukan. Sebab, begitu banyak pembangunan yang harus bersinggungan.
"Kami harapakan semangat kebersamaan kedua pemda saat ini tidak memudar dilanda waktu, melainkan terus berlanjut dari generasi ke generasi selanjutnya, sebagi suatu kebutuhan dan tangung jawab," katanya.
Dalam pidatonya, Diani menggunakan bahasa Sunda. Busana yang dikenakan juga busana adat Sunda. Hampir seluruh anggota DPRD dan para undangan yang hadir dalam sidang pariwuna HJB tersebut juga berbusana adat Sunda.
Setelah acara resmi, sidang dilanjutkan dengan acara informal yakni memberikan penghargaan dan piala kepada warga Bogor yang berprestasi atau teladan dari sejumlah bidang. Salah satunya kepada Kepala Sekolah SD Sukasari 2 dan SD Cimahpar 1, yang sekolahnya berprestasi dalam bidang sekolah berwawasan lingkungan tingkat Jawa Barat tahun 2010.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang