Spanyol Nyaris Dipermalukan Korsel

Kompas.com - 04/06/2010, 00:49 WIB

INNSBRUCK, KOMPAS.com — Tim nasional Spanyol nyaris frustrasi menghadapi pertahanan Korea Selatan (Korsel) dalam laga persahabatan di Sportanlage Reichenau, Kamis (3/6/2010). Untung saja, gelandang Jesus Navas menyelamatkan muka Spanyol dengan tembakan jarak jauh yang berujung gol penentu kemenangan 1-0.

Terlepas dari soal menang kalah, hasil tersebut merupakan tamparan keras bagi Spanyol, yang akan berangkat ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dengan misi menjadi juara. Masalah lini depan dan kreasi serangan menjadi masalah mendesak yang harus mereka benahi.

Mengacu statistik pertandingan, Spanyol menguasai bola sebanyak 69 persen dan menciptakan empat tembakan tepat ke gawang dari 16 usaha. Bandingkan dengan Korsel yang mampu melepaskan tiga tembakan akurat dari sembilan percobaan.

Tumpulnya lini depan Spanyol tak lepas dari buruknya performa penyerang Fernando Llorente yang bermain sebagai starter. Tampil sejak menit awal sampai menit ke-58, ia cuma melepaskan dua tembakan, tanpa sekali pun tepat mengarah ke gawang Korsel.

Untuk mengatasi kebuntuan, barisan gelandang Spanyol mengambil inisiatif melakukan tembakan-tembakan jarak jauh. Namun, semuanya gagal membuahkan gol karena rapatnya pagar betis Korsel. Sekalipun ada yang melintasi barikade itu, kiper Lee Woon-jae atau tiang gawang siap mementahkannya.

Masuknya David Villa menggantikan Llorente pada menit ke-58 sebetulnya cukup mengangkat kualitas serangan Spanyol. Namun, itu juga tak lantas memperbaiki peruntungan Spanyol. Selain karena mereka telanjur frustrasi oleh permainan disiplin dan efektif Korsel, moral dan kepercayaan diri pasukan Negeri Ginseng juga sudah meluap-luap.

Akibatnya, Spanyol cuma bisa menciptakan tekanan-tekanan di sekitar mulut gawang, namun selalu payah dalam soal penyelesaian akhir. Korsel sendiri tampak begitu tenang namun tegas menghadapi desakan musuh itu.

Untung saja, sebelum Spanyol bertambah frustrasi, Jesus Navas memberikan kelegaan besar bagi mereka pada menit ke-86. Memanfaatkan umpan Albiol, ia melepaskan tendangan jarak jauh yang melesat masuk ke sudut kiri atas gawang Jung Sung-ryong.

Gol itu memulihkan kepercayaan diri Spanyol. Mereka yang sempat panik mulai menata koordinasi serangan. Sayang, usaha mereka tak membuahkan gol tambahan sampai peluit berbunyi panjang.

Bagi Korsel, performa mereka patut mendapat pujian. Bukan tidak mungkin, bila bisa mempertahankan level performa itu di putaran final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, mereka bisa bersaing dengan tim unggulan, termasuk juga Spanyol.

Susunan pemain: Spanyol: 23-Pepe Reina (12-Víctor Valdes 45); 11-Joan Capdevila, 4-Carlos Marchena, 2-Raul Albiol, 15-Sergio Ramos; 13-Mata (18-Pedro 58), 6-Andres Iniesta (14-Xabi Alonso 58), 10-Cesc Fabregas (8-Xavi 58), 22-Jesus Navas; 20-Javier Martinez (21-David Silva 87); 19-Fernando Llorente (7-David Villa 58) Korsel: Lee Woon-jae (18-Jung Sung-ryong 45); 12-Lee Young-pyo, 14-Lee Jung-soo, 4-Cho Yong-hyung, 2-Oh Beom-seok (22-Cha Du-ri 81); 19-Yeom Ki-hun (9-Ahn Jung-hwan 66), 8-Kim Jung-woo, 16-Ki Sung-yueng, 17-Lee Chung-yong; 13-Kim Jae-sung (5-Kim Nam-il 45); 10-Park Chu-young

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau