Tokoh nasional

Alex Kawilarang Layak Jadi Pahlawan Nasional

Kompas.com - 04/06/2010, 04:31 WIB

Jakarta, Kompas - Alex Kawilarang, yang pernah menumpas pemberontakan Andi Azis dan Kahar Muzakkar di Makassar serta pemberontakan Republik Maluku Selatan, layak untuk diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Wacana ini berkembang dalam diskusi buku AE Kawilarang untuk Sang Merah Putih di Jakarta, Kamis (3/6). Buku terbitan Pustaka Sinar Harapan itu ditulis Ramadhan KH.

Usulan menjadi pahlawan itu disampaikan oleh Utaryo dan Alwin Nurdin. Keduanya mantan rekan seperjuangan Alex sejak masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Usulan juga disampaikan pengamat militer Jaleswari Pramodhawardani serta moderator Fadli Zon.

Pada 1949, Alex Kawilarang menjadi Gubernur Militer wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Pada 1951-1956, Kawilarang diangkat sebagai Panglima Komando Tentara dan Territorium VII/Indonesia Timur di Makassar. Pada 1958, ia mengundurkan diri dari TNI. Tahun 1960-1961, ia menjadi Panglima Besar Angkatan Perang Permesta.

Utaryo dan Alwin Nurdin, dalam dialog, menggambarkan bagaimana Alex yang pensiun sebagai kolonel terbuka dengan bawahan. Selain berani bertanggung jawab atas kesalahan anak buah, Alex juga berani mengakui kesalahannya.

Fadli Zon, tokoh muda Partai Gerindra, mengatakan, baik Alex Kawilarang maupun Sjafruddin Prawiranegara—keduanya pernah terlibat dalam PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) dan Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta)—layak menjadi pahlawan nasional karena jasanya. (EDN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau