Pemerkosaan

Edan, Gadis Bisu-Tuli Dimesumi di Pospol

Kompas.com - 04/06/2010, 08:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Nasib malang menimpa MR (19), warga Kelurahan Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor. Gadis tunarungu sekaligus tunawicara ini menjadi korban pemerkosaan yang diduga dilakukan AN (22), pemuda penganggur.

Tindakan bejat itu dilakukan AN di sebuah pos polisi (pospol) di Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Rabu (2/6/2010) malam.

Malam itu sekitar pukul 20.00, MR berjalan sendirian di Jalan Kapten Muslihat. Tiba-tiba dia dihampiri AN yang kemudian mengajaknya berbincang. Tentu saja dia hanya bisa menjawab dengan bahasa isyarat.

Mengetahui bahwa gadis yang diajaknya bicara itu bisu-tuli, niat buruk AN pun langsung muncul. Dengan berbagai cara dia membujuk MR agar mau diajak jalan-jalan.

"Saya ajak dia nonton, dengan menunjuk poster film yang ada di depan kami," kata AN kepada polisi.

Ternyata MR mengiyakan ajakan tersebut. Namun, AN bukannya membawa dia menonton, malah menarik tangannya dan menuntunnya ke pos polisi yang terletak di bawah jembatan penyeberangan di Jalan Kapten Muslihat. Di tempat itulah MR dipaksa membuka pakaiannya dan digagahi.

Meski dalam kondisi shock, setelah kejadian itu MR masih bisa berdiri dan langsung lari keluar dari pos. Sambil menjerit-jerit, dia menunjuk-nunjuk ke arah AN.

Sejumlah warga yang mengerti maksud MR, bahwa pemuda yang dia tunjuk telah berbuat jahat, langsung menangkap AN yang mencoba melarikan diri. Dalam kondisi babak belur karena dihakimi massa, pemuda yang tinggal di Cijeruk, Kabupaten Bogor, itu diserahkan ke Polsek Bogor Tengah.

Mustafa (57), ayah angkat MR, amat geram atas kejadian itu. Dia pun melapor ke Polsek Bogor Tengah. "Orangtuanya meninggal sejak dia masih kecil. Sekarang dia tinggal bersama saya," ujarnya.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Bogor Iptu Ika Shand mengatakan, pihaknya masih memintai keterangan pelaku dan korban. (wid)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau