Kabupaten Tangerang Paling Rawan Kejahatan

Kompas.com - 04/06/2010, 14:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil operasi Brantas Jaya II yang digelar Kepolisian Daerah Metro Jaya pada 20-29 Mei lalu menempatkan Resor Metro Tangerang Kabupaten sebagai wilayah yang paling rawan kejahatan.

"Hasil operasi Brantas Jaya II, jumlah kasus sebanyak 422 dan tersangka 808 orang," kata Kepala Polda Metro Jaya Irjen Wahyono saat merilis hasil operasi Brantas Jaya II di Gedung Utama Polda Metro Jaya, Jumat (4/6/2010).

Operasi Brantas Jaya II merupakan penanggulangan kejahatan jalanan seperti peras, copet, judi, pencurian pemberatan, pencurian kekerasan, pencurian bermotor, minuman keras, dan preman.

Hasil operasi Brantas Jaya II, sebanyak 808 orang ditetapkan sebagai tersangka, dengan 311 orang di antaranya ditahan dan 497 orang dibina. Adapun barang bukti yang disita adalah senjata api sebanyak 3 pucuk, senjata tajam 94 bilah, kendaraan bermotor 43 unit, dan sejumlah uang tunai sebesar Rp 164 juta.

Dari hasil operasi Brantas Jaya, Restro Kabupaten Tangerang menjadi wilayah yang paling rawan tindak kejahatan. Di wilayah ini terjadi 86 kasus yang terdiri dari 5 kasus pencurian dengan pemberatan, 41 kasus minuman keras, dan 33 kasus premanisme. Dari operasi tersebut, Restro Operasi Tangerang berhasil menangkap 137 tersangka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau