Laporan kontributor Kompas.com DINI MASSABUAU
PARIS, Kompas.com - Di setiap ajang pertandingan tenis, tentunya kita selalu melihat anak-anak yang berjaga di pinggir lapangan atau di ujung net siap siaga mengambil bola, memberikan bola hingga memberikan handuk kepada si pemain. Nah, di Perancis Terbuka, untuk menjadi pengambil bola ternyata merupakan hal yang sangat membanggakan.
Bagaimana tidak, untuk terpilih sebagai pengambil bola di Roland Garros ini, harus lulus seleksi terlebih dahulu. Syarat pertama adalah harus berumur antara 12 hingga 16 tahun, memiliki lisensi dari federasi tenis Perancis (bermain tenis), tinggi tak lebih dari 1,75 cm dan tak memakai kaca mata maupun lensa kontak.
Untuk ikut seleksi menjadi pengambil bola, ternyata satu tahun sebelum pertandingan telah diumumkan oleh pihak panitia Roland Garros. Maka para peserta dari seluruh kota di Perancis, biasanya mendaftarkan nama mereka lewat klub tenis di masing-masing kota mereka tinggal, atau secara langsung ke panitia Roland Garros.
Setelah terseleksi lewat surat, mereka akan diseleksi lewat wawancara. Bagi 250 anak yang terpilih, di awal tahun mereka akan mulai mengikuti magang.
Mengapa pekerjaan sampingan ini bergengsi? Tentu saja anda bisa bayangkan setiap tahun ribuan anak yang mencoba agar terpilih di ajang tanding Perancis Terbuka ini. Bisa melihat pemain tenis kelas dunia dari dekat, pengalaman di ajang internasional dan tentunya dapat uang saku. Salah satu anak yang saya wawancari berkata dirinya senang bakalan dapat 400 euros untuk pekerjaan ini.
400 euros sebenarnya tak terlalu banyak pikir saya, tapi kalau dibandingkan dengan pengalaman mereka di sini tentunya menjadi sebanding. Apalagi ternyata perhari mereka bekerja hanya 5 hingga 6 jam saja, dan itu pun ada pergantian setiap satu jamnya. Dalam 6 jam bekerja, mereka mendapatkan kesempatan istirahat.
Makan, minum, tempat tinggal, semua sudah ditanggung pihak panitia. Meskipun tidak tidur di hotel, tapi di rumah beberapa panitia federasi tenis Perancis sesuai dengan asal kota dari setiap pengambil bola, namun segala fasilitas sudah disediakan oleh panitia secara rinci.
"Bagaimana dengan sekolah kalian?" tanya saya. "Ya, tentu kami bolos madame," seru mereka serempak.
"Wah, kalian bolos sampai dua minggu? Tidak ada masalah dengan sekolah kalian?" kata saya heran. "Madame tahu, kami ini kan bolos karena untuk Roland Garros, pertandingan internasional kepunyaan negara kami madame. Jadi, yang ada malah guru saya bangga. Katanya 'hebat kamu terpilih sebagai pengambil bola di sana!'" jelasnya dengan senang.
Seorang anak perempuan kecil yang sejak tadi mesem-mesem saja tak berani bicara, saya tanya "kamu memangnya umur berapa?" "12 tahun madame dan kakak saya dulu juga terpilih sebagai pengambil bola di sini, nanti adik saya mungkin akan ikutan juga," jawabnya polos.
Lalu saya tanya lagi "kalian dibayar bekerja di sini?" "Tentu saja! Besar lagi, 400 euros loh. Dengan uang itu saya bisa beli mainan video baru," seru seorang anak.
"Kalau saya (sela salah satu anak), untuk beli sepeda VTT." "Kalau kamu untuk apa?" tanya saya kepada yang paling besar. "Hemmm belum tahu, liat aja nanti," jawabnya bingung.
Satu pertanyaan lagi saya lontarkan, "pernahkan salah satu dari kalian terkena dampratan para pemain?" Langsung seorang anak mengacungkan jari telunjuknya "saya pernah madame, oleh Andy Roddick. Saya diomelin karena dia kesal melihat saya mengambil bola sementara handuk dia ada pada saya. Dirinya kesal karena tak bisa langsung mengusap keringatnya. Kan kerjaan saya juga harus ngambil bola untuk nantinya saya kasihkan padanya," terang anak itu.
Selebihnya menyatakan tak pernah terkena omelan para pemain. "Enak dong ya kalian bisa kenal langsung para pemain hebat, bisa dapatin banyak tanda tangan dong kalian semua," lanjut saya. "Wah... boro-boro tanda tangan madame. Kami ini dilarang bicara, dilarang mengeluarkan sepatah kata kepada setiap pemain, kecuali kalau mereka yang tanya. Selebihnya, asli harus tutup mulut!"
"Hah!" seru saya heran. "Jadi dua minggu kalian di sini benar-benar cuma ngambil bola, megangin handuk keringat si pemain?"
"Betul sekali madame. Memang itu kerjaan kami," jawab mereka sambil tertawa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang