AS Perluas Operasi Kontra Al Qaeda

Kompas.com - 04/06/2010, 17:41 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Pemerintah Obama memperluas secara signifikan pengerahan pasukan Operasi Khusus AS di seantero dunia terhadap Al Qaeda dan kelompok teroris lainnya.

Harian Washington Post, Jumat (4/6/2010), melaporkan, unit-unit Operasi Khusus AS sekarang telah digelar di 75 negara, dibanding sekitar 69 negara pada awal tahun lalu. Harian itu mengutip pejabat senior militer dan Pemerintah Obama yang tidak disebutkan namanya. Presiden Barack Obama berkuasa sejak Januari 2009.

Selain unit yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di Filipina dan Kolombia, tim Operasi Khusus AS juga beroperasi di Yaman dan tempat lainnya di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tengah. Unit-unit itu dikerahkan sebagai senjata antiterorisme garis depan bagi AS setelah serangan 11 September 2001. Namun, menurut Washington Post, Obama telah membuat pasukan itu bagian yang jauh lebih terintegrasikan dari strategi keamanan globalnya.

Obama telah minta kongres untuk menaikkan 5,7 persen anggaran Operasi Khusus pada tahun fiskal 2011 menjadi seluruhnya 6,3 miliar dollar AS.

Para komandan Operasi Khusus kini sudah biasa hadir di Gedung Putih ketimbang pada saat pemerintahan Bush. "Kami memiliki jauh lebih banyak akses," kata seorang pejabat militer seperti dikutip harian itu. "Mereka berbicara secara terbuka jauh lebih sedikit, tapi mereka lebih banyak bertindak. Mereka ingin mendapatkan keagresifan yang jauh lebih cepat."

Juru bicara Pentagon tidak dengan segera bisa dimintai komentar. Beberapa pejabat AS menyatakan bulan lalu bahwa seorang komandan senior militer AS, Jenderal David Petraeus, mengeluarkan perintah rahasia tahun lalu untuk meratakan jalan bagi eskalasi operasi tersembunyi di Timur Tengah dan Tanduk Afrika.

Petraeus memimpin Komando Sentral militer AS, yang mengawasi operasi militer Amerika di kawasan itu. Perintah itu mengesahkan unit-unit Operasi Khusus untuk bekerja dengan pasukan keamanan setempat guna melawan ancaman Al Qaeda dan kelompok lainnya, kata beberapa pejabat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau