Davids: Belanda Wajib Tiru Barca

Kompas.com - 05/06/2010, 00:38 WIB

AMSTERDAM, KOMPAS.com - Mantan gelandang Belanda, Edgar Davids, meminta "Tim Oranye" untuk meniru permainan Barcelona jika ingin menjadi juara Piala Dunia. Wesley Sneijder dan kawan-kawan harus banyak memiliki penguasaan bola guna menutupi pertahanan mereka yang buruk.

Menurut Davids, Belanda memiliki pertahanan yang terlalu lemah. Tak ada pemain yang memiliki kualitas bintang setelah era Jaap Stam dan Frank de Boer. Meski sukses menyapu bersih semua pertandingan di babak kualifikasi, Davids masih meragukan kemampuan pertahanan negaranya.

"Jika Anda memiliki banyak penguasaan bola, maka Anda tak harus bertahan. Lihat saja Barcelona. Maksud saya bukan berarti pertahanan Belanda seperti keju Swiss yang lembek. Perumpamaan itu akan terlalu berlebihan. Pertahanan Belanda hanya tak terlalu superior," kata Davids kepada AD.

Jika "The Dutch" mampu memperbaiki pertahanannya, maka Davids optimsitis Belanda akan sanggup melenggang jauh hingga partai final. "Dalam beberapa tahun terakhir, para pemain ini telah memiliki banyak pengalaman. (Dengan pengalaman) maka Anda akan tahu berapa kecepatan yang diinginkan dan bagaimana jenis pertahanan yang dibutuhkan. Dalam level internasional, tekanannya juga akan berbeda. Jika semua pemain dalam kondisi bagus, mereka sudah pasti masuk ke babak final," lanjut Davids.

Belanda tergabung di Grup E bersama Jepang, Kamerun, dan Denmark. "Tim Oranye" akan menghadapi Denmark pada partai pertama di Soccer City, Johannesburg, 14 Juni mendatang. (AD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau