Gerindra Menolak Usul Dana Aspirasi

Kompas.com - 05/06/2010, 10:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Satu lagi fraksi di DPR menyatakan menolak usulan dana aspirasi Rp 15 miliar/anggota Dewan per tahun. Anggota Fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat, mengatakan, fraksinya menolak usulan yang digulirkan Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Partai Demokrat tersebut. Penolakan itu bahkan dilontarkan oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Tadi malam saya bicara dengan Pak Prabowo. Beliau katakan, kalau usulan ini tidak bermanfaat langsung pada rakyat, tetapi pada orang lain, harus kita tolak. Menurut kami, ide ini belum bermanfaat langsung pada rakyat. Maka kami belum setuju dengan ide ini. Kami bersikap, dengan gagasan yang ada, tidak kami setujui," kata Martin saat mengisi diskusi radio Trijaya, "Kontroversi Dana Aspirasi", Sabtu (5/6/2010), di Jakarta.

Martin memandang ada basis pemikiran yang keliru atas pengabdian seorang wakil rakyat. Usulan ini, menurut dia, hanya mengedepankan kesan materialistis. "Kalau materi ditingkatkan, pengabdian anggota Dewan pada dapil dianggap berhasil. Kita harus ganti pola pikir, bagaimana mendorong prestasi dan kinerja anggota DPR. Jangan hanya lewat materi," ujarnya.

Ia mencontohkan, anggota Dewan bisa mendorong perbaikan fungsi lembaga pemerintahan di setiap daerah pemilihannya melalui fungsi yang dijalankan di setiap komisi. "Misalnya, saya di Komisi Hukum, bagaimana bisa mendorong kepolisian dan kejaksaan lebih adil dan dicintai rakyat. Saya pikir ini jauh lebih luar biasa daripada bagi-bagi dana seperti ini. Jadi kita basiskan pada kinerja," kata Martin.

Selain itu, tugas DPR dalam bidang pengawasan bisa dioptimalkan untuk memantau penggunaan anggaran di setiap daerah. Menurut Martin, korupsi di daerah saat ini semakin merajalela. Kebocoran anggaran di daerah juga masih terus terjadi.

"Bagaimana DPR bisa mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih, baik di daerah maupun pusat," ujarnya. Sebelumnya, penolakan juga sudah dilontarkan oleh Fraksi PKS dan Fraksi PAN. Usulan dana aspirasi dinilai melampaui kewenangan anggota Dewan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau