PARIS, Kompas.com - Francesca Schiavone menjadi petenis wanita pertama dari Italia, yang memenangi gelar sebuah event grand slam. Petenis berusia 29 tahun ini mencatat rekor tersebut usai menjuarai Perancis Terbuka, berkat kemenangan dua set langsung 6-4, 7-6(7/2) atas petenis Australia Samantha Stosur di final, Sabtu (5/6/10).
Ya, sepanjang catatan sejarah dunia tenis Italia, sejak era Open, mereka tidak memiliki pemain putri yang bisa menjadi jawara di grand slam, turnamen tenis paling bergengsi. Tapi sekarang, Schiavone telah menghapus catatan buruk itu, setelah dia mengangkat trofi di Roland Garros, yang diiring lagu kebangsaan Italia.
Dengan demikian, sekarang Italia telah memiliki dua nama dalam buku sejarah tenisnya. Karena sebelumnya, negeri Pizza ini sudah mempunyai seorang petenis putra, Adriano Panatta, yang juga pernah menjuarai Perancis Terbuka pada tahun 1976. Artinya, hanya Panatta dan Schiavone yang masuk buku rekor negaranya.
Di sisi lain, Schiavone, yang juga menjadi satu dari empat pemain di luar unggulan 10 besar yang menjadi juara Perancis Terbuka setelah Margaret Scriven pada 1933, menunda lagi penantian Australia untuk memiliki seorang juara di arena grand slam. Padahal, Stosur yang difavoritkan menjadi juara di Roland Garros tahun ini, sempat menguak harapan Negeri Kanguru yang sudah menunggu selama 30 tahun untuk memiliki seorang juara grand slam, setelah Evonne Goolagong memenangi Wimbledon 1980.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang