Lumpur lapindo

Tingkat Stres Korban Lumpur Diteliti

Kompas.com - 06/06/2010, 13:43 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Tim Kajian Kelayakan Permukiman atau TKKP sedang melakukan penelitian masalah sosial terkait dampak semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo. Salah satu survei yang akan dilakukan adalah meneliti tingkat stres masyarakat korban semburan Lumpur Lapindo, khususnya mereka yang hingga saat ini tak mendapatkan uang ganti rugi baik dari pihak PT Minarak Lapindo Jaya maupun pemerintah. Demikian diungkapkan Ketua TKKP Nyoman Sutantra, Minggu (6/6/2010) di Surabaya.

"Salah satu persoalan menonjol dari masyarakat di kawasan semburan lumpur adalah stres akibat berbagai macam tekanan. Para ibu stres karena suami mereka terpaksa kerja di luar Sidoarjo setelah pekerjaan mereka hilang. Demikian juga para suami stres karena anak-anak dan istri mereka kini berada di seputar kawasan semburan lumpur yang sewaktu-waktu bisa ambles," ucapnya.

Tekanan stres lain juga terjadi akibat warga tak bisa lagi menggunakan tanah mereka untuk tinggal atau bercocok tanam, padahal mereka juga tak punya uang untuk membeli rumah atau lahan baru. Sementara itu, sebagian warga lain yang hidup di dekat mereka dapat bangkit karena mendapatkan uang ganti rugi.

Sutantra mengungkapkan, daerah yang tak layak huni kini bertambah. Jika tahun 2007 lalu hanya terdapat 9 RT yang tak layak huni, tahun ini TKKP mencatat penambahan 18 RT tak layak huni di Desa Mindi dan 6 RT di Desa Besuki Timur.

"Tahun ini kami melihat dampak lumpur yang lebih luas. Sebagian besar warga kini terindikasi mengalami stres," kata Sutantra. Menurutnya, pengukuran ketidaklayakan permukiman berdasarkan kondisi lingkungan, keadaan air, penurunan tanah, dan kerusakan rumah.

Selain itu, TKKP juga melakukan survei masyarakat dari sisi psikologi, ekologi, dan mitigasi. Dalam dua minggu ini, TKKP masih menggodog hasil rekomendasi terhadap permukiman di sekitar semburan lumpur. Hasil rekomendasi kemudian diserahkan gubernur dan diteruskan kepada Menteri Pekerjaan Umum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau