mogadishu, minggu
Demikian hasil kajian terkini oleh militer dan komunitas intelijen Amerika Serikat yang dikemukakan kepada CNN, akhir pekan lalu. Para pejabat militer yang dikonfirmasi secara terpisah oleh stasiun televisi tersebut menekankan, jumlah itu masih merupakan perkiraan karena kurangnya informasi intelijen langsung di lapangan.
Pejabat militer AS yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan, sebuah rencana telah disiapkan bagi pasukan operasi khusus AS untuk menjalankan operasi melawan anggota Al Qaeda di Somalia jika target sudah bisa diidentifikasi dan ditentukan lokasinya. AS yakin tentara
AS juga yakin bahwa tentara asing itu telah menjadi bagian dari jaringan tentara yang telah lama dikenal beroperasi di Afganistan dan Irak, tetapi kini mereka dialihkan ke Somalia.
Salah seorang pejabat militer itu kepada CNN mengatakan, dari ratusan tentara asing yang berada di Somalia, kelompok paling berbahaya adalah para ahli yang mengajarkan cara merakit bom dan taktik senjata kecil di kamp-kamp di selatan Somalia.
Ratusan tentara itu juga diyakini beroperasi bersama organisasi Al Shabaab, sebuah kelompok afiliasi Al Qaeda di Somalia yang melawan pemerintah dan pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika dalam upaya mengambil alih Somalia.
Pejabat militer AS lainnya mengatakan, Somalia kini menjadi surga perlindungan paling utama. Dia menambahkan, AS harus bertindak berdasarkan asumsi bahwa kelompok inti tentara asing itu melatih anggota lainnya untuk melakukan serangan atas target-target Barat di Afrika Timur dan target-target di AS.
”Mereka memiliki tujuan melampaui perbatasan Somalia,” kata pejabat itu.
AS telah mengamati sejumlah kamp pelatihan sementara di selatan Somalia. Pada umumnya, mereka beroperasi tidak lebih dari tiga bulan sebelum bergerak ke lokasi lain karena mereka tahu bahwa mereka diamati oleh satelit intelijen AS atau dikenal lewat pesawat tanpa awak yang terbang di atas mereka.
Tentara-tentara asing itu memanfaatkan bangunan-bangunan yang ada, seperti barak militer, gedung, bahkan pemakaman untuk menutupi aktivitas mereka yang sebenarnya.
AS kini masih mencari mata-mata top Al Qaeda di selatan Somalia, Fazul Abdullah Mohammed. Dia telah lama diburu karena diduga berperan dalam pengeboman Kedutaan Besar AS di Kenya dan Tanzania tahun 1998. Dia diyakini bersembunyi di wilayah perbatasan Somalia dan Kenya yang terpencil.
Pada September 2009, pasukan komando AS menewaskan Saleh Ali Saleh Nabhan dalam sebuah serangan helikopter atas konvoi kendaraannya. Nabhan dianggap sebagai pemimpin kunci operasi Al Qaeda di Afrika Timur.