Buntut israel serang sukarelawan

Komisi I DPR Undang Sukarelawan Gaza

Kompas.com - 07/06/2010, 10:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Komisi I DPR Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pihaknya berniat mengundang para sukarelawan Indonesia yang sempat menjadi korban penyerangan pasukan komando Israel atas konvoi kapal pembebasan.

Seperti diwartakan, pada Senin (7/6/2010), empat sukarelawan Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa) dan satu orang jurnalis TV One kembali ke Tanah Air.

"Kami ingin mendengar kesaksian mereka mengenai apa yang terjadi. Hal ini bisa menjadi bahan untuk langkah kami selanjutnya," ujar Agus kepada Kompas.com, Senin.

Agus mengatakan, pihaknya akan melayangkan surat undangan pada Senin ini. Ia berpendapat, Komisi I DPR tidak perlu menunggu semua sukarelawan kembali ke Indonesia.

"Apa yang dialami satu orang dapat mewakili apa yang dialami sukarelawan Indonesia karena mereka semua berada dalam satu kapal," ujarnya.

Namun, Komisi I DPR belum mengagendakan tanggal dan waktu pertemuan tersebut. Komisi I, lanjut Agus, menunggu kesiapan para sukarelawan yang hendak menembus Jalur Gaza tersebut.

Salah satu sukarelawan Kispa, Okvianto Baharudin, menurut informasi Kementerian Luar Negeri, segera dirawat di rumah sakit setibanya di Tanah Air.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau