Beredar isu di pretoria

Cara Aneh Sembuhkan AIDS

Kompas.com - 07/06/2010, 14:18 WIB

PRETORIA, KOMPAS.com — Selain terkenal dengan tingkat kriminalitas yang tinggi, Afrika Selatan pun dikenal sebagai salah satu kawasan di dunia dengan angka pengidap HIV/AIDS tertinggi.

Di negeri ini, seks memang permisif dan angka perkosaan pun amat tinggi. Bahkan, Afsel disebut sebagai "Ibu kota Pemerkosaan". Berbagai isu tentang AIDS pun merebak. Selama Piala Dunia 2010, isu semakin kencang. Kini pun merebak isu aneh karena kekhawatiran AIDS akan menyebar luas selama Piala Dunia. Katanya, AIDS akan mudah dihilangkan dengan mandi shower.

Yang menghebohkan, AIDS disebut bisa hilang jika si penderita menyetubuhi bayi. Isu itu sepertinya hanya ingin membuat orang tenang tanpa memperhitungkan akibatnya, juga apologi buat kegiatan seks bebas. Bahkan, Presiden Jacob Zuma sendiri yang mengatakan AIDS bisa hilang dengan mandi shower.

Namun, isu menyetubuhi bayi untuk menyembuhkan AIDS muncul secara tiba-tiba dari masyarakat. Ini tentu menghebohkan. Masyarakat justru semakin khawatir akan terjadi pemerkosaan yang meningkat, terutama kepada anak balita. "Ini memang sudah gila. Akhirnya, Nelson Mandela turun langsung meredakan kekhawatiran. Dia meluruskan informasi bahwa AIDS tetap penyakit berbahaya yang belum ada obatnya," kata Jaka Jussak, staf KBRI di Pretoria.

Jacob Zuma sendiri memiliki tiga istri. Presiden yang tak lulus SD itu bahkan dikabarkan akan menikah lagi. Sebagai gambaran, AIDS sudah merebak dan menjadi keprihatinan luas di Afsel. Bahkan di kerajaan Swaziland, 3 dari 4 orang terjangkit virus HIV penyebab AIDS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau