Sukarelawan gaza

Sukarelawan Palestina Jadi Tamu Kehormatan DPR

Kompas.com - 07/06/2010, 16:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Para sukarelawan Palestina yang baru tiba di Tanah Air pada hari Senin (7/6/2010) ini dijadwalkan akan diundang Komisi I DPR pada Selasa besok. Wakil Ketua Komisi I Hayono Isman mengatakan, para sukarelawan yang menjadi korban serangan tentara Israel di kapal Mavi Marmara itu akan menjadi tamu kehormatan di komisinya.

"Kami mengecam keras tindakan Israel yang tidak dapat dibenarkan dan melanggar asas kemanusiaan. Karena awak di kapal yang mereka serang tidak dipersenjatai. Komisi I besok pukul 15.00 akan mengundang para sukarelawan dan akan menjadi tamu kehormatan kami," kata Hayono pada diskusi terbuka Kaukus Parlemen Indonesia untuk Palestina, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/6/2010).

Komisi I juga mengusulkan agar ada sikap Dewan yang diputuskan melalui paripurna dan memberi dukungan kepada pemerintah untuk mengambil langkah efektif dalam rangka mewujudkan perdamaian abadi di Palestina. "Sehingga Palestina mencapai kemerdekaan berdaulat penuh di tanahnya sendiri," kata anggota Fraksi Partai Demokrat ini.

AS tidak veto resolusi Israel

Sementara itu, dalam pernyataan sikapnya, Kaukus Parlemen Indonesia untuk Palestina meminta Amerika Serikat tidak memveto keluarnya resolusi PBB terkait penyerangan tentara Israel terhadap misi kemanusiaan Freedom Flotilla.

"Kaukus juga meminta agar Dewan HAM PBB memberikan sanksi tegas kepada Israel karena tindakannya termasuk kejahatan perang," kata Koordinator Kaukus Parlemen Indonesia untuk Palestina, Al Muzammil Yusuf. Ia menambahkan, Indonesia bersama anggota Kelompok OKI dan Gerakan Non-Blok berhasil mendorong pembentukan misi Pencari Fakta Independen Internasional. Tim ini akan melakukan investigasi terhadap serangan militer Israel terhadap kapal Mavi Marmara.

"Kita mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang berhasil mendorong dikeluarkannya resolusi tersebut. Kami mendesak pemerintah agar aktif bersama Turki untuk melobi lembaga-lembaga dan negara dunia untuk memberi pelajaran yang tegas pada Israel agar tidak melecehkan dunia," kata Muzammil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau