Kawal Relawan Gaza, Petugas Kecopetan HP

Kompas.com - 07/06/2010, 17:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Memang apes nasib Abdi Hafid, seorang petugas pengamanan yang mengawal tiga sukarelawan Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa), H Ferry Nur, Muhendri Muchtar, Hardjito Warno, dan satu orang jurnalis tvOne, Muhamad Yasin, dari Bandara Soekarno-Hatta hingga ke halaman parkir, Senin (7/6/2010).

Ketika mendampingi mereka, Abdi, yang bertugas di TNI AD, kehilangan ponselnya yang disangkutkan di sisi kiri pinggangnya. "Wah, hape (ponsel) saya hilang," ujar Abdi seusai mengawal para relawan Kispa hingga ke mobil Kementerian Luar Negeri.

Tempat gantungan ponselnya yang berwarna putih tampak melongo tak terkunci. "Jatuh kali," sanggah seorang temannya menunduk ke bawah sembari mencari-cari ponsel. "Enggak. Tadi ada yang merogoh," imbuh Abdi pasrah.

Abdi pun segera berlalu. Memang, sukarelawan Kispa dan puluhan reporter, juru foto, dan juru kamera dari puluhan media sempat berebutan memotret kedatangan tiga sukarelawan dan satu jurnalis tersebut.

Tak pelak, desak-desakan antara sukarelawan Kispa dan media pun tak terhindarkan. Bahkan, telepon genggam seorang petugas pun sempat terjatuh. Mikrofon beberapa reporter TV juga terjatuh akibat aksi dorong-mendorong.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau