OKI: Tinjau Lagi Hubungan dengan Israel

Kompas.com - 07/06/2010, 18:05 WIB

JEDDAH, KOMPAS.com - Organisasi Konferensi Islam (OKI) menyerukan negara-negara anggotanya meninjau kembali hubungan mereka dengan Israel setelah serangan terhadap armada yang mengangkut bantuan untuk Gaza. "OKI menyerukan negara-negara angota mempertimbangkan kembali hubungan mereka dengan Israel, termasuk normalisasi hubungan-hubungan," kata pernyataan lembaga itu Minggu malam setelah satu pertemuan di kota Jeddah, Arab Saudi, kantor pusat organisasi tersebut.

Beberapa dari 57 anggota OKI, termasuk Mesir, Jordania, Turki dan beberapa negara lainnya dari Afrika dan Asia Tengah memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Pasukan komando Israel menyerang satu armada kapal yang mengangkut bantuan untuk Gaza pada 31 Mei subuh yang menewaskan sembilan aktivis pro-Palestina yang seluruhnya warga Turki. "OKI mengutuk keras agresi brutal pasukan Israel terhadap kapal-kapal sipil yang mengangkut barang-barang bantuan kemanusiaan  ke Jalur Gaza di perairan internasional," kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan.

Organisasi itu juga medesak Sekjen PBB membentuk satu komisi  internasional yang independen  untuk melakukan penyelidikan penuh atas insiden itu, yang disebutya sebagai satu tindakan terorisme negara.

Pertemuan komite eksekutif OKI itu, yang dihadiri Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki dan sejawatnya dari Turki Ahmed Davutoglu, diselenggarakan untuk membicarakan serangan Israel itu. Dalam pernyataannya, OKI menuntut Israel memberi ganti rugi  kepada keluarga dari mereka yang tewas dan cedera dalam serangan itu.

Pernyataan itu juga menyerukan pencabutan segera blokade Israel yang tidak sah terhahap Jalur Gaza dan pembukaan seluruh tempat penyeberangan yang dikuasai Israel ke wilayah pantai itu. Pernyataan itu dikeluarkan setelah gerakan Hamas yang menguasai Gaza mengemukakan kepada wartawan bahwa ketua Liga Arab Amr Mussa  akan mengunjungi wilayah Palestina itu dalam beberapa hari ke depan.

Israel mempertahankan blokade terhadap Gaza sejak tahun 2007, ketika Hamas mengambil alih kekuasaan atas Jalur Gaza setelah meraih kemenangan dalam pemilu Palestina. Mesir juga menutup perlintasan Rafah menuju Gaza.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau