JEDDAH, KOMPAS.com - Organisasi Konferensi Islam (OKI) menyerukan negara-negara anggotanya meninjau kembali hubungan mereka dengan Israel setelah serangan terhadap armada yang mengangkut bantuan untuk Gaza. "OKI menyerukan negara-negara angota mempertimbangkan kembali hubungan mereka dengan Israel, termasuk normalisasi hubungan-hubungan," kata pernyataan lembaga itu Minggu malam setelah satu pertemuan di kota Jeddah, Arab Saudi, kantor pusat organisasi tersebut.
Beberapa dari 57 anggota OKI, termasuk Mesir, Jordania, Turki dan beberapa negara lainnya dari Afrika dan Asia Tengah memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Pasukan komando Israel menyerang satu armada kapal yang mengangkut bantuan untuk Gaza pada 31 Mei subuh yang menewaskan sembilan aktivis pro-Palestina yang seluruhnya warga Turki. "OKI mengutuk keras agresi brutal pasukan Israel terhadap kapal-kapal sipil yang mengangkut barang-barang bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza di perairan internasional," kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan.
Organisasi itu juga medesak Sekjen PBB membentuk satu komisi internasional yang independen untuk melakukan penyelidikan penuh atas insiden itu, yang disebutya sebagai satu tindakan terorisme negara.
Pertemuan komite eksekutif OKI itu, yang dihadiri Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki dan sejawatnya dari Turki Ahmed Davutoglu, diselenggarakan untuk membicarakan serangan Israel itu. Dalam pernyataannya, OKI menuntut Israel memberi ganti rugi kepada keluarga dari mereka yang tewas dan cedera dalam serangan itu.
Pernyataan itu juga menyerukan pencabutan segera blokade Israel yang tidak sah terhahap Jalur Gaza dan pembukaan seluruh tempat penyeberangan yang dikuasai Israel ke wilayah pantai itu. Pernyataan itu dikeluarkan setelah gerakan Hamas yang menguasai Gaza mengemukakan kepada wartawan bahwa ketua Liga Arab Amr Mussa akan mengunjungi wilayah Palestina itu dalam beberapa hari ke depan.
Israel mempertahankan blokade terhadap Gaza sejak tahun 2007, ketika Hamas mengambil alih kekuasaan atas Jalur Gaza setelah meraih kemenangan dalam pemilu Palestina. Mesir juga menutup perlintasan Rafah menuju Gaza.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang