Dana aspirasi

Setgab Belum Putuskan Soal Dana Aspirasi

Kompas.com - 07/06/2010, 18:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI Ade Komaruddin mengatakan, Sekretariat Gabungan Partai Koalisi Pendukung Pemerintah belum memutuskan soal dana aspirasi anggota DPR.

"Kita (Setgab) belum memutuskan, baru menyamakan persepsi," kata Ade Komaruddin kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/6/2010).

Pernyataan Ade itu meluruskan pemberitaan selama ini yang menyatakan bahwa rapat Sekretariat Gabungan telah sepakat soal dana aspirasi per anggota DPR RI sebesar Rp 15 miliar. Ade menjelaskan bahwa soal dana aspirasi, sesuai dengan perintah UU bahwa setiap anggota Dewan dapat mengusulkan ke badan anggaran untuk prioritas pembangunan di daerah pemilihannya. "Tapi ini harus diatur dengan baik agar tak terjadi moral hazard," kata Ade.

Sementara terhadap fraksi-fraksi lain yang tidak tergabung dalam Setgab, Ade mengaku siap untuk melakukan diskusi.

Ade menegaskan bahwa anggota Dewan tidak memegang dana aspirasi tersebut, tetapi hanya mengusulkan program.

"Jadi, kita hanya usulkan program, pelaksananya tetap di eksekutif," kata Ade. Prioritas Setgab saat ini adalah menggerakkan sektor riil untuk meningkatkan daya saing. "Intinya menggerakkan perekonomian rakyat, termasuk pembangunan infrastruktur," kata Ade.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau