Relawan ke gaza

Pemerintah Minta Relawan Berkoordinasi

Kompas.com - 07/06/2010, 20:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus penyerangan oleh tentara Israel ke kapal pengangkut bantuan kemanusiaan Mavi Marmara memberikan pelajaran baik. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengimbau relawan yang akan menyalurkan bantuan ke Palestina di Jalur Gaza untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah.

Komunikasi penting untuk mencari cara yang efisien dan efektif guna menyalurkan bantuan sehingga kejadian serangan ke Mavi Marmara tak perlu terulang. "Berdasarkan pengalaman kita seminggu terakhir ini, kita harus benar-benar bijak, benar-benar berpikir jernih bagaimana cara bentuk bantuan yang efisien dan efektif sehingga tepat sasaran," kata Menlu Marty Natalegawa di Kantor Kementerian, Senin (7/6/2010), seusai menerima kedatangan empat relawan Indonesia yang berhasil dipulangkan.

Marty menegaskan, pemerintah sangat menghormati niat kemanusiaan dari masyarakat untuk membantu warga Palestina di Gaza. Namun, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, harus dipikirkan cara yang cerdas untuk menyampaikannya.

Pemerintah sendiri, aku Marty, tidak memiliki solusi riil yang wajib dilaksanakan. Namun, cara yang tepat dapat diwujudkan melalui komunikasi jika ada pihak yang berkeinginan kembali menyalurkan bantuan ke Gaza. Marty sendiri enggan memberikan penilaian kepada tindakan 12 relawan Indonesia yang pergi, termasuk lima relawan yang dipulangkan hari ini.

Namun, menurutnya, seluruh pihak, pemerintah ataupun masyarakat sepakat akan pentingnya penyaluran bantuan untuk Palestina. "Keberangkatan ini kan memang membawa risiko sendiri, seperti yang kita lihat. Saya menghormati tekad yang mulia, tapi gimana pelaksanaannya, mari kita kelola bentuk yang paling baik," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau