Masalah Rambut Saat Mengenakan Jilbab

Kompas.com - 08/06/2010, 09:26 WIB

KOMPAS.com — Selain berfungsi menutupi aurat perempuan, jilbab atau kerudung juga bermanfaat melindungi rambut dan kulit kepala dari sinar matahari langsung. Pasti sudah banyak yang tahu kandungan UV dalam sinar matahari dapat merusak struktur fisik dan kimia rambut sehingga rambut menjadi kering, mudah rusak, dan patah.

Namun, perempuan berjilbab juga sering bermasalah dengan kulit kepala, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif. Permasalahan yang paling sering timbul pada rambut perempuan berjilbab di antaranya adalah:

Berminyak. Karena tertutup jilbab, rambut tidak terkena udara bebas. Hal itu membuat minyak dan keringat pada rambut cenderung menumpuk. Akibatnya rambut mudah lepek.

Berketombe. Kondisi rambut yang lembab dapat menyebabkan timbulnya ketombe, baik ketombe kering maupun basah. Akibatnya kulit kepala gatal-gatal.

Rontok. Seperti yang diulas sebelumnya, rambut tertutup cenderung lembab dan rambut lembab cenderung berketombe. Ketombe lama-lama bisa jadi penyebab kerontokan rambut.

Agar rambut di balik jilbab tetap sehat dan indah, diperlukan perawatan ekstra. Bagaimana perawatan yang disarankan, silakan baca artikel Merawat Rambut Berjilbab Tanpa Ribet.

(Ira Nursita)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau