Dua Pemuda Tewas Diserang Geng Motor

Kompas.com - 08/06/2010, 11:15 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Dua pemuda, Ricky Husara dan Afif, warga Gegerkalong Hilir, Kota Bandung, tewas seketika setelah diserang gerombolan bermotor di Jalan Layang Pasupati, Bandung, Senin (7/6/2010) malam.

"Kejadian tadi malam di jembatan Pasupati. Sebenarnya ada empat orang yang diserang. Dua orang lagi selamat, Agus dan Syukur. Agus lagi di Polwiltabes, Syukur di UGD RSHS," kata rekan korban, Ade (18), di kamar mayat RSHS, Bandung, Selasa (8/6/2010).

Ade, yang mendapat cerita dari Syukur, menuturkan, keempat temannya tiba-tiba diserang 10 orang yang datang secara bersamaan menggunakan sepeda motor saat melintas di Jalan Layang Pasupati. Ia mengatakan, selain menyerang keempat korban, kawanan geng motor itu juga mengambil sepeda motor Jupiter Z milik Afif.

Ade menambahkan, keempat rekannya bukanlah anggota geng motor. "Saya juga heran, teman saya yang diserang itu bukan geng motor kok. Malah Afif itu pengurus DKM Masjid At Taqwa," ujarnya.

Menurut dia, korban Ricky menderita tiga luka tusukan di bagian perut dan dadanya. "Ricky ditusuk di bagian perut dua kali, dada satu, tapi kalau Afif saya tidak tahu," ujar Ade. Hingga pukul 10.30 WIB, puluhan rekan Afif dan Ricky masih berkumpul di kamar mayat rumah sakit itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau