Penerimaan peserta didik baru

Hati-hati Pilih SMA Negeri....

Kompas.com - 08/06/2010, 15:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon siswa yang ingin mendaftarkan diri ke sekolah tertentu harus mampu mengukur kemampuan dirinya. Pasalnya, setiap siswa memiliki nilai hasil ujian nasional (UN) tersendiri yang digunakan sebagai seleksi dalam PPDB Real Time Online System.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2010/2011 di tingkat SMA/SMK negeri dimulai akhir bulan ini. Kepala SMAN 67 Syafruddin mengatakan, calon siswa harus memperhatikan nilai UN yang dimilikinya dan sekolah yang dipilihnya.

"Misalnya, nilai rata-rata 7 jangan ke SMAN 8, tapi pilih nilai yang sesuai dengan sekolah yang memiliki nilai 7, agar diterima. Sebaiknya, calon siswa atau orangtua mulai mencari tahu passing grade di sekolah yang akan dipilihnya. Acuan passing grade bisa dipakai yang tahun lalu," tutur Syafruddin, Senin (7/6/2010).

Dia menambahkan, nilai yang diterima di sekolah memang sesuai dengan nilai calon siswa yang mendaftar di sekolah. Akan tetapi, dari tahun ke tahun, biasanya nilai itu tidak banyak berubah.

Seperti di SMAN 67 Jakarta yang menerima siswa dengan nilai rata-rata 8,2 dan tahun ini memiliki daya tampung delapan kelas atau 320 siswa baru. Tahun lalu, nilai calon siswa yang diterima di sekolah tersebut terendah 7,963 dan nilai tertinggi 9,775.

Syafruddin mengatakan, biasanya pendaftar di sekolahnya mencapai tiga kali lipat dari daya tampung sekolah. Seperti tahun lalu, pendaftar di sekolah itu mencapai 1.000 pendaftar.

Namun, sistem seleksi berdasarkan nilai UN itu dengan komputerisasi memberi peringkat hingga 320 sesuai daya tampung sekolah. Calon siswa yang berada di bawah peringkat tersebut dan nilai di bawah 7,963 terpaksa tidak bisa diterima, karena daya tampung terbatas.

"Calon siswa jangan memaksakan diri, tapi ukur kemampuan diri sebelum mendaftar sekolah," tuturnya.

Pendapat senada juga dikemukakan oleh Kepala Humas Dinas Pendidikan DKI Bowo Irianto. Passing grade itu juga bisa digunakan oleh calon siswa yang ingin bersekolah di Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Pasalnya, RSBI masih memberi kesempatan kepada para peminat yang ingin menggunakan kesempatan tahap ke-2 pendaftaran RSBI melalui real time online system.

"Pendaftaran di RSBI akan semakin ketat, karena rata-rata kuota atau daya tampung sekolah hanya 20 persen dari seluruh daya tampung sekolah. Semakin kecil kuotanya, semakin ketat persaingannya," katanya.

Namun, daya tampung atau calon siswa yang bisa diterima di RSBI belum diketahui jumlahnya, karena lapor diri PPDB di SMA RSBI akan berakhir pada Selasa (8/6/2010) ini.

Siswa berprestasi

Calon siswa SMP/SMA dari DKI Jakarta atau luar DKI Jakarta yang memiliki prestasi tingkat nasional dan internasional dapat memanfaatkan penghargaan untuk mengikuti pendaftaran peserta didik berprestasi. Calon siswa yang pernah meraih medali emas di tingkat provinsi atau juara 1-3 di tingkat nasional melalui jalur kedinasan atau pemerintah daerah, mendapat prioritas utama diterima di SMP/SMA tanpa melalui jalur PPDB Real Time Online System.

Untuk calon siswa SMP pendaftaran dilakukan pada 7-9 Juni 2010 di sekolah tujuan. Sedangkan pengumuman akan dilakukan pada 10 Juni 2010 dan lapor diri 10-11 Juni 2010 di sekolah tujuan. Sedangkan calon siswa SMA berprestasi dapat melakukan pendaftaran pada 17-19 Juni 2010 dan pengumuman akan dilakukan pada 21 Juni 2010. (Intan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau