Serangan israel

Israel Lecehkan Sukarelawan Indonesia

Kompas.com - 08/06/2010, 17:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Para sukarelawan Indonesia dari Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina mengaku mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan dari pasukan komando Israel selama berada di kapal kemanusiaan Mavi Marmara dan di penjara Israel.

Hal ini misalnya disampaikan Hardjito Warno selaku sukarelawan Kispa kepada para wartawan seusai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (8/6/2010). "Bangsa Indonesia sungguh sangat dihinakan oleh tentara zionis," ujar Hardjito.

Dikisahkan, para tentara Israel sempat menayakan kebangsaan para sukarelawan Kispa. Begitu mengetahui mereka berasal dari Indonesia, tentara Israel langsung meludah. "Sedangkan relawan di sebelah saya, begitu dia mengatakan dari Britain, tentara Israel langsung memperlakukan secara khusus," ujar Hardjito.

Hardjito juga mengaku sempat diborgol oleh tentara Israel sejak penyerbuan yang dilakukan pada 31 Mei subuh. "Kami duduk berhimpitan. Tentara zionis dengan senjata lengkap dan membawa anjing besar berjaga di belakang kami. Kami tidak diizinkan ke toilet. Ada sukarelawan sepuh yang terpaksa buang air kecil di botol," ujarnya.

Sementara itu, Yasin pun sempat berkisah mengenai pengalamannya ketika berada di sebuah penjara di Israel. Dia ditempatkan dalam satu sel bersama banyak sukarelawan Mavi Marmara. Mereka pun tidak diizinkan berkomunikasi banyak dengan sesama sukarelawan.

Menurut Yasin, setiap sel hanya diberikan satu bolpoin. Satu-satunya cara para relawan berkomunikasi dengan dunia luar adalah dengan menulis surat di atas kertas bungkus sabun atau odol. "Surat itu kami titip ke utusan negara lain yang menjenguk kami. Kami meminta utusan itu untuk mengirimkan isi surat itu melalui e-mail ke keluarga di Tanah Air," ujar Yasin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau