JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 60 bangunan semipermanen mulai dari warung hingga WC umum di RW 04, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dibongkar paksa petugas Satpol PP dan Sudin PU Tata Air Jakarta Barat. Pembongkaran sempat diwarnai kericuhan karena pemilik bangunan menghalangi upaya petugas menertibkan bangunan yang merupakan rangkaian program refungsi saluran air di Jakarta Barat.
“Pak, jangan main bongkar saja dong. Memangnya bangun warung ini enggak pakai duit? Lagi pula selama ini kami kan sudah bayar uang keamanan,” teriak seorang ibu berusia 50-an tahun kepada petugas Satpol PP Jakarta Barat, Selasa (8/6/2010).
Protes serupa juga dilontarkan sejumlah warga yang mengelola WC umum yang dibangun di atas saluran penghubung Kali Jeling yang bermuara ke aliran Kali Angke. Bahkan, ada warga yang berusaha memberi uang Rp 300.000 ke Lurah Jembatan Besi, Amperiyani, agar bangunan miliknya tidak dibongkar. “Bu, saya minta bangunan ini jangan ada satu pun yang dibongkar. Kalau tetap dibongkar, lihat sendiri akibatnya,” ancam satu pria kepada Lurah Jembatan Besi.
Namun, ancaman itu tak dihiraukan petugas. Bahkan, Kasudin PU Tata Air Jakarta Barat Heryanto yang memimpin penertiban langsung memerintahkan 200 petugas Satpol PP untuk segera membongkar puluhan bangunan liar tersebut. “Penertiban terhadap bangunan di atas saluran air di RW 04 sudah sangat mendesak karena menjadi penyebab banjir dan genangan di kawasan tersebut, terutama saat musim hujan,” tegasnya.
Selain di RW 04, pihaknya juga akan menertibkan 200 bangunan lain sepanjang 3 kilometer di RW 09-010, Kelurahan Jembatan Besi. “Semua bangunan di atas saluran air, tak peduli milik siapa, akan kami tertibkan untuk program refungsi saluran air di Jakarta Barat. Kami mohon dukungan dan pengertian dari seluruh warga untuk mengatasi banjir demi kepentingan bersama,” pintanya.
Camat Tambora, Imron, mengakui, protes dan kericuhan warga yang menolak pembongkaran WC umum karena kesalahpahaman warga yang terprovokasi oleh sejumlah oknum. “Padahal, di RW 04 sudah ada WC umum yang dibangun untuk kepentingan warga,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang