VW Kejar 300 Unit, Andalkan Golf dan Touran

Kompas.com - 09/06/2010, 08:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Volkswagen (VW) merasa optimis di pasar mobil nasional. Tahun ini, PT Garuda Mataram Motor (GMM), ATPM VW di Indonesia, menargetkan peningkatan penjualan 100 persen atau meraih 300 unit dari sebelumnya, 2009 hanya 150 unit.

National Sales Manager GMM, Jonas Cendana mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus membaik, direspon dengan semangat optimis pula. Dijelaskan, dalam empat bulan pertama, penjualan mobil di Indonesia, tertinggi ASEAN.

"Tahun lalu Thailand jawara di ASEAN. Tahun ini saya yakin, Indonesia. Kami kejar penjualan 300 unit," ujar Jonas menjawab pertanyan KOMPAS.com, di Restoran Merah Delima, Jakarta Selatan, (8/6/2010).

Salah satu andalan VW di Indonesia adalah Touran TSI Twincharger Limited Edition yang baru saja diluncurkan. Sampai akhir tahun, GMM mendapat jatah, Touran 55 unit dari pabrik Volkswagen di Eropa. Selain itu, juga mengantongi alokasi 85 unit GTI.

dari Januari sampai April, VW telah menjual 33 unit. Pencapaian   yang relatif rendah tersebut karena suplai dari pabrik masih terbatas dan baru terealisasi pada akhir-akhir ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau