Piala dunia

Messi Cs Bagai Burung di Sangkar Emas

Kompas.com - 09/06/2010, 10:10 WIB

Laporan wartawan Persda Mohamad Nurfahmi Budiarto dari Pretoria

PRETORIA, KOMPAS.com - Betapa repotnya menemui tim nasional Argentina di markas latihan mereka di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Rombongan "Albiceleste" dijaga sangat ketat hingga orang luar sulit mendekat.

Pelatih Argentina, Diego Armando Maradona sepertinya benar-benar ingin konsentrasi anak buahnya tak terganggu selama turnamen tersebut. Mantan juara dunia 1986 itu sengaja memilih penginapan di kawasan Pretoria. Kota ini terbilang sepi dari ingar-bingar kehidupan metropolis di Johannesburg maupun Cape Town.

Manajemen timnas Argentina sebetulnya sangat memanjakan para pemain. Mereka menginap di University of South Africa (UNISA) dengan fasilitas mewah dan penjagaan sangat ketat. Demi menjaga konsentrasi dan keamanan, tim "Tango" menyewa seluruh kamar di hotel tersebut.

Tak semua orang leluasa keluar-masuk kompleks mereka. Hanya orang dengan tanda pengenal khusus yang bisa masuk ke dalam gedung. Beberapa dosen yang notabene tuan rumah pun tak bisa seenaknya berkeliaran di kandang Argentina. Satu blok jalan tepat di area UNISA tertutup untuk umum.

Selain mengandalkan petugas lokal, "Albiceleste" juga membawa "prajurit" sendiri yang bertugas secara khusus mengawal ke manapun para pemainnya pergi. Di area depan hotel terdapat puluhan petugas keamanan, sementara barisan bersenjata lengkap berada di belakang. Di sekitar markas latihan di High Performance Centre Universitas Pretoria, terdapat kawat berduri dan tembok plus aliran listrik sehingga timnas Argentina benar-benar terkurung. Lionel Messi dan kawan-kawan seperti burung dalam sangkar emas.

Petugas keamanan dari kepolisian pun secara tegas menghalau para penggemar yang mulai merangsek mendekati hotel. Keputusan tersebut tentu sangat menyebalkan bagi sebagian suporter yang hanya ingin melihat pemain pujaan dan menyapa mereka dari balik jendela.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau