Kdrt

Ibu dan Anak Disiram Air Panas

Kompas.com - 09/06/2010, 19:25 WIB

SLEMAN, KOMPAS.com - Giar Munawan, warga Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Rabu (9/6/2010), dilaporkan ke Polda Daerah Istimewa Yogyakarta karena diduga menyiramkan air panas ke tubuh isteri dan bayinya yang baru berusia lima bulan.

"Saya terpaksa melaporkan suami ke polisi karena sudah tidak tahan lagi sebab hampir setiap hari saya mendapat perlakuan kasar dan penganiayaan, bahkan tadi malam saya juga disiram air panas dari termos sampai mengenai anak saya," kata isteri Giar, Sri Muryani, di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurut dia, akibat siraman air panas tersebut sebagian kulit tubuhnya memerah dan terasa panas sekali. "Siraman air panas itu juga mengenai  Davina Citra Rama yang saat itu saya gendong. Untung saja tidak sampai membuat kulit melepuh," katanya.

Ia mengaku sering juga dipukul, ditendang dan tentu saja diumpat. "Puncaknya pada Senin malam (7/6), saat suami saya pulang larut malam, saya menanyakan baik-baik dan halus, tapi dia justru marah-marah dan langsung memukul wajah saya berulang kali," katanya.

Pada Senin malam itulah, Sri Muryani disiram air panas dan mengenai mata serta badan. Atas saran beberapa orang dan harapan agar suaminya tidak mengulangi lagi perbuatannya, dia  memberanikan diri melaporkan kasus tersebut ke Polda DIY.

"Untuk proses hukum, saya serahkan sepenuhnya ke polisi, ini juga sebagai pelajaran untuk suami saya," katanya.

Petrempuan asal Banguntapan, Kabupaten Bantul mengaku belum dapat memastikan apakah akan kembali ke rumah kontrakan di Purwomartani, Kalasan, Sleman atau tidak.

"Jujur saja, tetap ada perasaan trauma, mungkin saya akan pulang dulu di rumah Banguntapan, Bantul dan untuk masalah perkawinan kami ini akan saya lihat-lihat dulu yang terbaik buat saya," katanya.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau