Pertanian

Stok Pupuk Urea Melimpah

Kompas.com - 09/06/2010, 20:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Realisasi pupuk urea Januari-Mei 2010 sebanyak 1,76 juta ton atau 68,3 persen dari alokasi Peraturan Menteri Pertanian sebanyak 2,58 juta ton. Realisasi urea kali ini lebih rendah dibanding 2009.

General Manager Perencanaan dan Sinergi Pemasaran Pusri, Subhan, Rabu (9/6/2010) di Jakarta menyatakan, saat ini stok urea melimpah mencapai 818.354 ton. Stok urea melimpah meningkatkan biaya penanganan. Sehingga dana perawatan bisa membengkak.

Data PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) selaku induk perusaha an pupuk BUMN menunjukkan, penyerapan urea terendah pada Mei sebanyak 303.794 ton dan tertinggi Maret 402.189 ton. Dibandingkan periode yang sama tahun 2009, penyerapan urea kali ini lebih rendah 166.874 ton atau 91 persennya.

Akibat penyerapan yang ren dah, stok urea di gudang distributor atau di tingkat kabupaten per 9 Juni tinggi, yakni 796.249 ton dan digudang pabrik 363.360 ton. Total stok urea 371 persen dari ketentuan Permentan. Stok urea terbanyak di Jawa Timur 212.536 ton.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau