BSD City Targetkan Penjualan Rp 2 Triliun

Kompas.com - 09/06/2010, 22:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD), pengembang kawasan skala besar di Kabupaten Tangerang, Banten, berkeyakinan meraih target penjualan Rp2 triliun pada tahun 2010 dengan kontribusi terbesar di sektor perumahan Rp1,5 triliun, sedangkan sisanya dari komersial.

"Kalau melihat iklim properti pada tahun 2010 yang terus membaik kami optimistis mampu meraih target Rp2 triliun," kata Direktur Utama PT Bumi Serpong Damai Tbk, Harry Budi Hartanto di Jakarta, Rabu, usai rapat umum pemegang saham (RUPS).

Menurut Harry, sampai dengan Mei 2010 penjualan dari rumah sudah mencapai Rp680 miliar, sehingga untuk kuartal III dan IV masing-masing masih harus dikejar Rp400 miliar lagi untuk mencapai target Rp1,5 triliun.

Harry mengatakan, dalam rangka memenuhi target tersebut BSD merencanakan pembangunan kawasan tahap II seluas 2000 hektar, menyusul keberhasilannya mengembangkan kawasan tahap I seluas 1.500 hektar.

Direktur BSD, Petrus Kusuma menjelaskan, pengembangan tahap II mencakup pembangunan dua kluster perumahan Forestra 72 hektar dan The Icon 74 hektar, pusat pendidikan "Edu Town" seluas 50 hektar, serta kawasan perkantoran BSD Office Park 25 hektar.

Forestra nantinya akan dibangun sebanyak 2014 unit rumah dengan harga Rp590 juta sampai Rp1,8 miliar, serta The Icon sebanyak 1.027 unit rumah dengan harga Rp500 juta sampai Rp1,7 miliar.

Sedangkan di kawasan Edu Town 50 hektar sudah dipasarkan 2 lot masing-masing seluas 5 hektar untuk Swiss German University dan Prasetiya Mulya. "Sementara itu untuk BSD Office Park tengah dibangun gedung perkantoran 15.000 meter persegi (5 lantai) diharapkan selesai pada akhir tahun 2011," jelasnya.

Direktur BSD lainnya, Hermawan Wijaya mengatakan, untuk hunian pada bulan Juni dan Juli 2010 akan masuk pasar 300 unit hunian dengan harga di atas Rp1 miliar sehingga akan memberikan kontribusi positif bagi penjualan semester II.

Dia juga mengatakan, dengan dibangunkan dua universitas di Edu Town maka akan meningkatkan permukiman dan asrama mahasiswa yang pada akhirnya memberikan kontribusi pada penjualan.

Harry juga optimis, membaiknya perkembangan properti tidak hanya terjadi pada tahun 2010 akan tetapi juga akan terjadi pada dua tahun mendatang sehingga diperkirakan penjualan dapat mencapai Rp3 triliun.

Untuk belanja modal (capital expenditure) Harry mengatakan, BSD belum ada rencana untuk menerbitkan saham lagi mengingat dari penjualan saja sudah memadai untuk membiayai belanja modal.

Dia mengatakan, kalau dari target Rp2 triliun dapat dikumpulkan 60 persen atau Rp1,2 triliun untuk belanja modal ditambah dana ditangan sendiri Rp1,2 triliun maka sudah terkumpul Rp2,4 triliun.

Harry mengatakan, belanja modal perusahaan akan dipergunakan untuk melaksanakan akuisisi lahan untuk memenuhi target 4500 hektar atau masih dibutuhkan 3.200 hektare lahan lagi, setelah 1.500 hektare selesai dibangun. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau