Laporan wartawan Persda Network, Mohamad Nurfahmi Budiarto, dari Pretoria
PRETORIA, KOMPAS.com - Gonjang ganjing mengenai ketidakberesan panitia dalam mengurus perhelatan besar putaran final Piala Dunia 2010 mulai tampak. Contoh teraktual menjadi pembicaraan di lingkup jurnalis saat ini adalah masalah yang tengah terjadi di Stadion Loftus Versfeld di Pretoria.
Masalah muncul setelah pihak pemerintah belum membayar sisa pembayaran nilai kontrak sebesar 28,8 juta Rand atau sekitar Rp 36 miliar lebih. Alhasil, para pekerja yang tergabung dalam perusahaan Homeless Building Construction Ltd mengancam akan membatalkan pertandingan perdana di stadion tertua tersebut, yakni ketika Serbia melawan Ghana. Proses pembatalan dilakukan dengan tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu, sehingga stadion tidak siap untuk menjadi tempat pertarungan kedua tim.
Para pekerja juga mengancam akan memblokade jalan masuk menuju stadion. Beberapa titik jalan penting bakal menjadi sasaran para pekerja andai pihak pemerintah tidak segera melunasi kekurangan pembayaran tersebut.
Direktur Pelaksana Homeless Building Construction, Joseph Tshawe menegaskan, ancamannya tidak main-main karena pemerintah sudah dianggap ingkar janji. "Kami hampir terkena likuidasi hanya gara-gara belum membayar cicilan, saya pikir apa yang kami lakukan nanti demi kepentingan kami juga," komentar Tshawe. (Tribunnews.com/bud)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang