Barang bukti

Puspiptek Bantah Gelapkan Sabu

Kompas.com - 10/06/2010, 10:18 WIB

BEKASI, KOMPAS.com — Pihak Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, membantah tudingan adanya penggelapan dan penjualan bahan pembuat sabu yang seharusnya dimusnahkan.

Diberitakan sebelumnya, Dr ST (53), Ketua Tim Pemusnahan Barang Bukti Narkoba di Puspiptek, ditahan polisi karena disangka menggelapkan dan menjual bahan pembuat sabu yang seharusnya dimusnahkan. Polisi juga menahan MM (50), PNS di Puspiptek.

Agus Haryono, Head Division of Science and Technology Service Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan, tidak benar ada ephedrine (bahan pembuat sabu) dan kafein dalam daftar barang bukti yang diterima Puspiptek untuk dimusnahkan.

Menurut Agus, ada tiga jenis BAP yang dibuat dalam penyerahan barang bukti seberat total 1,9 ton (27 truk) itu, yaitu BAP untuk pemusnahan, penitipan, dan pemanfaatan.

"Dari tiga jenis BAP itu, tidak ada satu pun yang menyebutkan adanya ephedrine dan kafein," kata Agus seusai seminar bertajuk "Alat Pendidikan Sehat bagi Siswa" di Balai Patriot, Kompleks Pemkot Bekasi, Rabu (9/6/2010).

Pada tahun 2007 Kejaksaan Agung mengirim 27 truk barang bukti yang isinya bahan narkoba serta peralatan seperti tangki, mixer, dan pelarut konvensional yang biasa digunakan industri.

"Kesalahan tim pemusnahan adalah menjual barang yang menurut kami tidak berbahaya, seperti soda asli yang biasa digunakan untuk menjernihkan air. Nilainya tak sampai puluhan juta. Hasil penjualan itu untuk operasional pemusnahan yang memakan waktu hingga sebulan lebih karena anggaran kami memang tidak cukup. Itulah yang sebenarnya terjadi," kata Agus.

"Kami sesalkan tudingan penggelapan ini karena kegiatan pemusnahan itu disaksikan oleh saksi dari kepolisian dan kejaksaan serta ada BAP-nya," imbuhnya. (chi)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau