Seleksi pimpinan kpk

Kredibel, tapi Jangan Dekat Kekuasaan

Kompas.com - 10/06/2010, 11:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai, lima nama akademisi yang diajukan oleh Forum Rektor sebagai calon pimpinan KPK adalah sosok yang kredibel. Namun, ia mengingatkan, siapa pun yang diajukan dan terpilih sebagai pimpinan KPK tak boleh dekat dengan lingkaran kekuasaan yang menjadi episentrum korupsi.

Hal itu dikatakan oleh Pramono, Kamis (10/6/2010), untuk menanggapi lima nama yang diajukan Forum Rektor di Gedung DPR, Jakarta. "Saya lihat nama ini kredibel. Persoalannya, KPK sendiri terutama pimpinan KPK harus diberi proteksi agar tidak terlibat persoalan seperti Bibit-Chandra, yang bisa melemahkan independensi dan menjadi trigger pemberantasan korupsi, terutama kaitan lingkaran kekuasaan. Kalau nama-nama ini masih ada dalam lingkaran kekuasaan dan masuk KPK, maka ewuh pakewuh akan terjadi," kata Pramono.

Ia menekankan, pimpinan terpilih harus bisa menjaga independensinya. Selain itu, tak boleh ada pengistimewaan dan tetap melalui mekanisme yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

"Pansel jelas tidak bisa mengubah peraturan untuk menarik seseorang. Kalau nama yang disebut merasa terpanggil, maka tidak perlu harus diminta. Saya harap, (para calon), siapa pun, tidak dekat dengan lingkaran kekuasaan," kata mantan Sekjen PDI Perjuangan ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau