JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR Pramono Anung menilai, lima nama akademisi yang diajukan oleh Forum Rektor sebagai calon pimpinan KPK adalah sosok yang kredibel. Namun, ia mengingatkan, siapa pun yang diajukan dan terpilih sebagai pimpinan KPK tak boleh dekat dengan lingkaran kekuasaan yang menjadi episentrum korupsi.
Hal itu dikatakan oleh Pramono, Kamis (10/6/2010), untuk menanggapi lima nama yang diajukan Forum Rektor di Gedung DPR, Jakarta. "Saya lihat nama ini kredibel. Persoalannya, KPK sendiri terutama pimpinan KPK harus diberi proteksi agar tidak terlibat persoalan seperti Bibit-Chandra, yang bisa melemahkan independensi dan menjadi trigger pemberantasan korupsi, terutama kaitan lingkaran kekuasaan. Kalau nama-nama ini masih ada dalam lingkaran kekuasaan dan masuk KPK, maka ewuh pakewuh akan terjadi," kata Pramono.
Ia menekankan, pimpinan terpilih harus bisa menjaga independensinya. Selain itu, tak boleh ada pengistimewaan dan tetap melalui mekanisme yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan.
"Pansel jelas tidak bisa mengubah peraturan untuk menarik seseorang. Kalau nama yang disebut merasa terpanggil, maka tidak perlu harus diminta. Saya harap, (para calon), siapa pun, tidak dekat dengan lingkaran kekuasaan," kata mantan Sekjen PDI Perjuangan ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang