Seleksi pimpinan kpk

Patrialis: Tidak Ada Calon Titipan

Kompas.com - 10/06/2010, 14:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK yang juga Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Patrialis Akbar, Kamis (10/6/2010) siang, memastikan bahwa Pansel Calon Ketua KPK tidak akan meloloskan calon titipan siapa pun.

"Calon titipan koruptor? Tidak mungkin-lah. Pansel kan punya martabat. Di dalamnya, banyak tokoh terkenal di masyarakat. Masa, kita mau yang begitu-begitu. Tidak mungkin-lah," ujarnya saat ditanya pers sebelum mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Kamis siang ini.

Menurut Patrialis, hal itu tidak mungkin karena Pansel akan melakukan penilaian terhadap masing-masing individu calon, seperti siapa saja relasi atau teman mereka selama ini dan dalam kaitan apa saja.

"Misalnya, kalau mereka pengacara, maka akan ditanya kasus apa saja yang mereka tangani dan melibatkan siapa saja serta sampai sejauh mana kasusnya. Jadi, semuanya akan terungkap karena kan setiap calon ada profile assesment-nya," lanjut Patrilis.

Ia menyebutkan, "Jadi, tidak akan terjadi orang-orang yang tidak diinginkan masyarakat bisa lolos. Kita kan juga punya tanggung jawab penuh," paparnya lagi.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya calon titipan dari pemerintah, Patrialis balik bertanya, "Bagaimana pemerintah mau menitipkan siapa. Tidak mungkin-lah. Sampai hari ini tidak ada (titipannya). Dari 13 personel Pansel, cuma satu orang perwakilan pemerintah. Yang lain kan wakil masyarakat," kelitnya.

Dicecar bahwa seorang wakil pemerintah tetap saja sangat menentukan Pansel, Patrialis menjawab, "Tidaklah." Ia juga menyebutkan, untuk penilaian pribadi para calon, Pansel Calon Pimpinan KPK akan melibatkan lembaga independen dan profesional untuk ikut melakukan penilaian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau