JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK yang juga Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Patrialis Akbar, Kamis (10/6/2010) siang, memastikan bahwa Pansel Calon Ketua KPK tidak akan meloloskan calon titipan siapa pun.
"Calon titipan koruptor? Tidak mungkin-lah. Pansel kan punya martabat. Di dalamnya, banyak tokoh terkenal di masyarakat. Masa, kita mau yang begitu-begitu. Tidak mungkin-lah," ujarnya saat ditanya pers sebelum mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Kamis siang ini.
Menurut Patrialis, hal itu tidak mungkin karena Pansel akan melakukan penilaian terhadap masing-masing individu calon, seperti siapa saja relasi atau teman mereka selama ini dan dalam kaitan apa saja.
"Misalnya, kalau mereka pengacara, maka akan ditanya kasus apa saja yang mereka tangani dan melibatkan siapa saja serta sampai sejauh mana kasusnya. Jadi, semuanya akan terungkap karena kan setiap calon ada profile assesment-nya," lanjut Patrilis.
Ia menyebutkan, "Jadi, tidak akan terjadi orang-orang yang tidak diinginkan masyarakat bisa lolos. Kita kan juga punya tanggung jawab penuh," paparnya lagi.
Disinggung mengenai kemungkinan adanya calon titipan dari pemerintah, Patrialis balik bertanya, "Bagaimana pemerintah mau menitipkan siapa. Tidak mungkin-lah. Sampai hari ini tidak ada (titipannya). Dari 13 personel Pansel, cuma satu orang perwakilan pemerintah. Yang lain kan wakil masyarakat," kelitnya.
Dicecar bahwa seorang wakil pemerintah tetap saja sangat menentukan Pansel, Patrialis menjawab, "Tidaklah." Ia juga menyebutkan, untuk penilaian pribadi para calon, Pansel Calon Pimpinan KPK akan melibatkan lembaga independen dan profesional untuk ikut melakukan penilaian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang