Malioboro Berbenah Sambut Wisatawan

Kompas.com - 10/06/2010, 15:29 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS - Kawasan wisata belanja Malioboro, Yogyakarta, berbenah diri jelang musim liburan Juni-Agustus ini. Berbagai keluhan wisatawan seperti parkir, pengamen, kebersihan, dan harga makanan dijanjikan akan diperbaiki.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Purwanto mengatakan, pihaknya telah merancang berbagai persiapan untuk menyambut wisatawan pada musim liburan ini. Jumlah wisatawan pada musim libur ini diperkirakan meningkat karena pada awal Juli nanti Yogyakarta juga menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah yang menyedot banyak tamu.

Persiapan khusus Malioboro tersebut antara lain mengganti dan memperbaiki 130 tong sampah, memasang peta informasi Malioboro di taman parkir khusus Abu Bakar Ali, penempatan dua unit toilet portabel di titik Nol Kilometer, serta pemasangan radio panggil di 40 titik sepanjang Malioboro.

"Radio panggil itu berfungsi mengumumkan berbagai informasi kepada wisatawan, termasuk jika ada yang tersesat atau terpisah dengan rombongan atau anggota keluarganya," ujar Purwanto, Rabu (9/6/2010).

Jika ada masyarakat maupun wisatawan yang merasa dirugikan ulah juru parkir, pedagang, maupun hal-hal lain ter-kait pelayanan di Malioboro, Purwanto meminta warga proaktif melaporkan hal itu ke kantor UPT Malioboro agar bisa segera ditindaklanjuti. Pengaduan juga diterima via nomor hotline 0274-555467 yang siap 24 jam sehari.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan tiga kepolisian sektor yang mendirikan posko keamanan di tiga titik di Malioboro. Masyarakat juga bisa melaporkan ke sana," ujar Purwanto.

Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro Sukidi mengatakan, pihaknya juga telah menyusun rencana untuk menerapkan standardisasi harga jualan para pedagang. Daftar harga menu akan dipasang di setiap warung dengan pencantuman harga maksimal dan minimal.

"Saat ini, kami masih menyurvei harga-harga bahan baku agar bisa menetapkan standardisasi tersebut," ujar Sukidi. Pedagang lesehan Malioboro merupakan salah satu yang sering dikeluhkan turis karena beberapa oknum pedagang kerap mengemplang harga kepada konsumen.

Jika sudah ditetapkan, standardisasi harga itu harus dipatuhi oleh seluruh 50 anggota paguyuban lesehan. Bagi pelanggar, Sukidi mengatakan, akan dikenai sanksi tegas.

"Pada liburan Tahun Baru kemarin, ada satu pedagang yang melanggar dan dikenai sanksi satu minggu tak boleh berjualan," ujarnya. (ENG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau