MOSKWA, KOMPAS.com — Sepuluh gerilyawan, termasuk seorang Jordania, tewas dalam operasi militer yang dilakukan pasukan Rusia di wilayah bergolak Chechnya. Demikian laporan kantor berita Interfax, Kamis (10/6/2010).
Operasi itu berlangsung di sebuah hutan di wilayah Vedeno, di barat daya Chechnya, kata seorang perwira pasukan khusus Rusia di Kaukasus Utara kepada kantor berita itu. "Sepuluh gerilyawan tewas ditembak. Salah satu di antara mereka telah diidentifikasi," katanya.
Dia menyebut pria itu adalah Yassir Amarat, warga Jordania yang memimpin gerilyawan itu. Amarat dituduh melakukan beberapa kejahatan terhadap tentara Rusia dan penduduk setempat, kata perwira itu.
Pihak yang berwenang di wilayah Kaukasus Utara Rusia yang bergolak, yang mencakup Dagestan, Ingushetia, dan Chechnya bertempur melawan gerilyawan Islam yang melakukan serangan bom dan tembakan hampir setiap hari. Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyebutkan, aksi kekerasan di Kaukasus Rusia menjadi masalah sangat serius di dalam negeri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang