Polisi Terus Sidik Aura Kasih

Kompas.com - 10/06/2010, 17:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Polwiltabes Makassar terus melakukan penyelidikan atas laporan perusahaan event organizer PT Debindo Mega Promo terhadap artis Aura Kasih, yang telah mangkir manggung dalam acara HUT Bank Sulsel ke-49 di Makassar pada 15 Januari lalu.

Husein Muslimin, Project Manager PT Debindo untuk acara HUT Bank Sulsel, mengatakan pada Rabu (9/6/2010), penyidik dari Polwiltabes Makassar sudah datang ke Jakarta untuk melakukan cek silang ke Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Manejemen Aura, dan Aura Kasih. "Hasilnya masih ada di penyidik," tutur Husein, Jakarta, Kamis (10/6/2010).

Sebagai informasi, Aura Kasih beralasan sakit dan terpaksa dirawat di RSPI sehingga tidak bisa datang saat acara HUT Bank Sulsel tersebut. Sebagai bukti, Aura Kasih juga menunjukkan surat sakit RSPI. Namun, kabar yang beredar menyebut bahwa Aura Kasih bertengkar dengan pacarnya, Kiki, sehingga gagal berangkat ke Makassar.

Husein pun mengaku, Aura Kasih meminta untuk tidak meneruskan kasus ini dan menawarkan damai di atas Rp 200 juta.

"Kemarin katanya mereka (Aura) mau nego penggantian kepergian di atas Rp 200 juta, tapi belum ada pembicaraan resmi," ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap melanjutkan kasus ini ke pengadilan dengan mengajukan tuntutan pidana. "Kami akan melanjutkan proses ini karena sudah masuk ke polisi," tandasnya. (ANI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau