TARAKAN, Kompas.com - Petenis putra terbaik Indonesia, Christoper Rungkat, memastikan maju ke babak ketiga setelah menang dua set atas petenis Korsel, Choi Dong-Whee, dengan 6-1, 7-5, pada babak kedua Wali Kota Tarakan Open Sportama International Tennis Tournamen Men's Futures seri kedua di Lapangan Tenis Tertutup Telaga Keramat, Tarakan, Kalimantan Timur, Kamis (10/6/10).
Sayangnya, pada babak perempat final Christo harus berhadapan dengan sesama petenis Indonesia, Sunu Wahyu Trijati. Sunu lolos setelah menang 6-7(2) , 6-3, 6-4 atas petenis kualifikasi asal AS, Ryan Young, melalui pertandingan melelahkan selama 3 jam, 6 menit.
Christo tampil sangat dominan pada set pertama. Dengan modal servis cepat dan pukulan forehand keras Christo dengan mudah menekan Choi hampir sepanjang set pertama. Choi yang merupakan finalis seri pertama turnamen ini di Bandung, minggu lalu, benar-benar dibuat tidak berkutik.
Pada set kedua Choi mencoba bangkit dengan memperbaiki servisnya yang pada set pertama kurang meyakinkan. Choi juga tampil habis-habisan mengejar ke mana saja bola Christo jatuh. Servisnya sempat dipatahkan Christo pada game kedelapan, namun dia langsung membayar tunai dengan ganti mematahkan servis Christo pada game kesembilan sehingga kedudukan 5-4.
Kedua pemain kemudian sama-sama meraih satu poin dari servis masing-masing hingga kedudukan 6-5 untuk keunggulan Christo. Pada saat kritis inilah, ketika Choi memegang servis, bola-bola kembalian Christo sangat bagus dan menekan sehingga Choi kesulitan mengembangkan permainannya.
Christo sempat memperoleh dua kali match point sebelum terjadi deuce. Christo baru dapat menghentikan perlawanan Choi pada match point ketiganya saat pukulan forehand down the line-nya tidak dapat dijangkau petenis Korsel itu. Christo langsung mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi merayakan kemenangannya.
"Sejak awal saya sudah putuskan untuk tampil menekannya, sebab kalau saya ajak main reli Choi sangat ulet. Di set pertama saya main sangat bagus. Saya terus ubah irama pertandingan dan arah bola sehingga ini membingungkan Choi.
"Pada set kedua Choi sempat tampil bagus karena dia main lepas dan saya sempat tertekan. Namun, saya terus mencoba tampil fokus hingga akhirnya dapat memetik kemenangan," Christo menjelaskan dengan napas masih terengah-engah.
Choi sendiri mengaku dia tidak mendapat banyak kesempatan untuk meraih poin. "Dia (Christo) terus menekan saya. Dia bermain sangat bagus dan sama sekali tidak memberikan peluang pada saya untuk mengembangkan permainan," Choi berujar sambil menyeka keringat di wajahnya.
Tentang peluang meraih kemenangan menghadapi Sunu di babak perempat final, Christo menegaskan sangat terbuka. Kedua pemain telah bertemu pada tiga babak final turnamen nasional tahun ini, yaitu Semen Padang Terbuka, Piala Gubernur DKI, dan Mangga Barani Open. Ketiganya dimenangkan oleh Christo.
Pada tahun-tahun sebelumnya kedua pemain juga sering bertemu di babak final dan Christo lebih banyak menang.
Elbert kalah WO
Sementara itu, petenis Indonesia lainnya, Elbert Sie harus menderita kalah WO di babak kedua melawan An Jae-Sung (Korsel). Elbert menderita demam tinggi dan memutuskan kembali ke Jakarta. Elbert bahkan menarik diri dari seri berikutnya di Tegal, Jawa Tengah.
Tidak ada komentar dari Elbert karena Kamis siang dia langsung ke Bandara dan kembali ke Jakarta.
"Saya baru tahu saat Elbert sudah ada di Bandara Tarakan dan menyatakan dia sakit. Dia juga menyatakan menarik diri dari turnamen di Tegal. Saya sangat menyayangkan kondisi ini, tetapi kalau dia sakit kita tidak dapat berbuat banyak. Semalam dia sempat nelepon saya mengeluh demam dan menanyakan soal dokter," tutur Direktur Turnamen, Teddy Tandjung.
Sejumlah penonton pendukung Elbert mengaku kecewa karena tidak tampilnya Elbert pada pertandingan babak kedua tersebut.
"Saya lihat Elbert tampil gigih kemarin. Sayang Elbert hari ini enggak bisa main," tutur penonton yang mengaku warga Tarakan. Elbert pernah tampil memperkuat Kaltim pada PON di Kaltim 2007 lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang