Rusia-China Ingin Rundingkan Nuklir Iran

Kompas.com - 10/06/2010, 20:28 WIB

PARIS, KOMPAS.com — Rusia dan China, Kamis (10/6/2010), mengatakan masih menginginkan perundingan untuk mengakhiri konflik nuklir Iran setelah Dewan Keamanan PBB memberlakukan sanksi-sanksi baru terhadap republik Islam itu.

Kedua negara terpaksa bertindak setelah Iran mengecam sanksi-sanksi babak keempat yang disahkan Dewan Keamanan PBB, Rabu. Namun, Rusia juga membekukan kontrak untuk mengirim sistem rudal S-300 kepada Iran.

Rusia dan China, keduanya adalah sekutu dekat Iran, pada masa lalu menolak sanksi-sanksi yang keras dan kehilangan banyak bisnis sebagai balasan terhadap keputusan mereka saat ini. "Jelas sanksi-sanksi itu tidak akan menyelesaikan masalah program nuklir Iran itu," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan. "Tujuan usaha-usaha kami untuk memberikan dorongan pada penyelesaian politik dan diplomatik masalah itu."

Kementerian itu menambahkan, resolusi itu tidak memberlakukan sanksi-sanksi yang mencekik dan melumpuhkan Iran dan mengesampingkan penggunaan kekuatan militer. Rusia juga memperingatkan sanksi-sanksi sepihak oleh negara-negara lain. "Bagi kami, setiap usaha di luar Dewan Keamanan tidak dapat diterima," kata pernyataan itu.

PBB memutuskan pengenaan sanksi-sanksi baru militer dan keuangan terhadap Iran dalam usaha keempat sejak tahun 2006 untuk menghentikan program nuklir Teheran. Rancangan resolusi yang disusun AS itu disetujui 12 negara di Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara, dengan Lebanon abstein dan Brasil serta Turki menentang. Rusia dan China, keduanya anggota tetap Dewan Keamanan yang memiliki hak veto yang dapat menghambat setiap resolusi, mendukung tindakan itu.

China mengatakan, dialog diperlukan untuk mengakhiri kekhawatiran internasional bahwa Iran sedang berusaha membuat bom nuklir. "China selalu menempuh jalan yang tepat untuk menyelesaikan masalah nuklir Iran melalui dialog, perundingan, dan usaha-usaha diplomatik lainnya untuk mencari solusi yang memuaskan semua pihak," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qin Gang dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Xinhua.

China dan Rusia mendukung sanksi setelah berbulan-bulan perundingan, di mana mereka berhasil melunakkan rancangan awal yang dibuat AS untuk melindungi kepentingan-kepentingan ekonomi dan energi mereka di Iran. Kepala badan tenaga atom Iran Ali Akbar Salehi, yang mengawasi program nuklir Iran, mengecam China. "China secara berangsur akan gagal menjalankan sikapnya yang dihormati di dunia Arab," kata Salehi kepada kantor berita ISNA.

Presiden Iran Ahmadinejad, yang akan tiba di China, Jumat, untuk mengunjungi World Expo, mengatakan, "Resolusi-resolusi ini tidak bernilai sedikit pun bagi negara Iran." Ia mengancam akan menghentikan perundingan dengan enam negara besar jika sanksi-sanksi itu diterapkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau