JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Boediono menyatakan, Indonesia belum membutuhkan dana bantuan dari Dana Moneter Internasional (IMF), menyusul krisis finansial yang terjadi di Eropa, karena kondisi moneter di dalam negeri relatif sehat.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat, seusai menghadiri pertemuan Wapres Boediono dengan lima unsur pimpinan IMF, antara lain Deputi Managing Director IMF Naoyuki Shinohara serta Deputi Direktur Monetary dan Capital Markets Department IMF Herve Ferhani, di Jakarta, Jumat (11/6/2010).
"Indonesia bersyukur sampai saat ini belum memerlukan bantuan apa pun dari IMF. Artinya kita dalam keadaan sehat, tetapi komunikasi tetap terjalin baik dengan IMF sehingga bisa bekerja sama seandainya ada sesuatu," kata Boediono, seperti dikutip Yopie.
Wapres menilai, krisis ekonomi yang kini terjadi di Eropa berdampak sangat minimal bagi Indonesia karena perdagangan atau ekspor andalan Indonesia ke Eropa masih rendah.
Selain itu, limpahan ekses krisis Eropa ke Indonesia melalui sektor perbankan juga sedikit mengingat sektor perbankan Indonesia tidak tergantung atau tidak banyak utang dari luar negeri karena masih konservatif.
Boediono menambahkan, dalam pertemuan tersebut IMF menghargai kerja sama dengan Indonesia dan diharapkan dapat melandasi kerja sama dengan negara lain di Asia Tenggara.
Dalam pertemuan itu, IMF ingin melihat Indonesia sebagai negara paling besar dan paling penting di ASEAN. "Itu sebabnya IMF menghargai kerja sama dengan Indonesia."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang