Krisis eropa

Indonesia Belum Butuh Dana IMF

Kompas.com - 11/06/2010, 11:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Boediono menyatakan, Indonesia belum membutuhkan dana bantuan dari Dana Moneter Internasional (IMF), menyusul krisis finansial yang terjadi di Eropa, karena kondisi moneter di dalam negeri relatif sehat.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat, seusai menghadiri pertemuan Wapres Boediono dengan lima unsur pimpinan IMF, antara lain Deputi Managing Director IMF Naoyuki Shinohara serta Deputi Direktur Monetary dan Capital Markets Department IMF Herve Ferhani, di Jakarta, Jumat (11/6/2010).

"Indonesia bersyukur sampai saat ini belum memerlukan bantuan apa pun dari IMF. Artinya kita dalam keadaan sehat, tetapi komunikasi tetap terjalin baik dengan IMF sehingga bisa bekerja sama seandainya ada sesuatu," kata Boediono, seperti dikutip Yopie.

Wapres menilai, krisis ekonomi yang kini terjadi di Eropa berdampak sangat minimal bagi Indonesia karena perdagangan atau ekspor andalan Indonesia ke Eropa masih rendah.

Selain itu, limpahan ekses krisis Eropa ke Indonesia melalui sektor perbankan juga sedikit mengingat sektor perbankan Indonesia tidak tergantung atau tidak banyak utang dari luar negeri karena masih konservatif.    

Boediono menambahkan, dalam pertemuan tersebut IMF menghargai kerja sama dengan Indonesia dan diharapkan dapat melandasi kerja sama dengan negara lain di Asia Tenggara.

Dalam pertemuan itu, IMF ingin melihat Indonesia sebagai negara paling besar dan paling penting di ASEAN. "Itu sebabnya IMF menghargai kerja sama dengan Indonesia."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau