JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari meminta agar cuplikan video mesum mirip artis di sejumlah media massa tidak lagi ditayangkan.
"Segera hentikan penayangan cuplikan video atau tayangan gambar video mesum mirip artis, meskipun gambarnya sudah disamarkan," kata Menteri Linda Amalia Sari seusai melantik beberapa pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jumat (11/6/2010) di Jakarta.
Ia menilai, cuplikan video atau tayangan berupa gambar, meski telah disamarkan, sangat berbahaya bagi anak-anak Indonesia yang menyaksikannya. "Anak-anak akan semakin penasaran dan memburu video tersebut. Ini sangat meresahkan," katanya.
Menteri menjelaskan, pihaknya tidak akan melarang pemberitaan mengenai video mesum mirip artis. Akan tetapi, pemberitaan yang terus-menerus disertai cuplikan video dan tayangan gambar meski telah disamarkan sangat berbahaya bagi anak-anak.
"Kita harus melindungi anak Indonesia karena pemberitaan yang terus-menerus disertai tayangan gambar dan cuplikan video sangat meresahkan," katanya.
Untuk itu, ia akan menyurati secara resmi dan bekerja sama dengan beberapa pihak terkait, di antaranya Kementerian Kominfo dan Komisi Penyiaran Indonesia. Selain itu, ia juga meminta para orangtua untuk ikut mengawasi anak-anak mereka, terutama dari pemberitaan di media televisi atau surat kabar dan online yang dalam pemberitaannya menayangkan potongan gambar dan cuplikan video.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang