JAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar 200 orang dari berbagai organisasi Islam melakukan aksi demonstrasi di depan Mabes Polri mengecam kerja Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Jumat (11/6/2010). Mereka menuntut Densus 88 dibubarkan.
Pendemo berasal dari Forum Umat Islam, Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Reformis Islam, serta Jamaah Anshorut Tauhid (JAT). Dengan mengenakan busana muslim, mereka membawa berbagai spanduk dan poster kecaman terhadap Densus 88, Amerika Serikat, dan Israel.
"Densus menyiksa, memerangi saudara sendiri," teriak salah satu pendemo dengan alat pengeras suara dari atas mobil. "Bubarkan Densus 88," timpal pendemo lain.
Mereka juga menuntut agar markas organisasi JAT di Pejaten, Jakarta Selatan, segera dibuka setelah ditutup Polri pascapenggerebekan kelompok teroris. "Markas kami di Pejaten segera dibuka. Itu tempat berzikir umat Islam, bukan markas teroris," ucap pendemo.
Mereka juga membantah bahwa organisasi yang dibentuk 27 Juli 2008 itu terlibat terorisme. "Menolak keras dikaitkan dengan kegiatan atau pelaku terorisme," kata salah satu pendemo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang