JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) sebagai calon tunggal gubernur Bank Indonesia (BI) 15 Juni 2010 mendatang, Darmin Nasution membuat gebrakan baru.
Darmin yang kini menjabat sebagai penjabat sementara (Pjs) Gubernur BI itu berniat memberlakukan semacam aturan baru terhadap hot money yang kerap membuat keteteran pasar finansial domestik.
"Kami akan umumkan dalam sebulan ini. Upaya untuk kurangi kecepatan keluar masuk (hot money). Tidak hanya dari dalam. Kami tidak bedakan dari luar dan dalam," kata Darmin di Gedung BI Jakarta, Jumat (11/6/2010).
Hot money dikenal sebagai dana dari luar negeri dalam jangka waktu yang sangat pendek, masuk ke pasar finansial domestik bisa ke pasar modal, pasar uang atau pasar devisa, obligasi negara, dan sebagainya.
Hot money selalu menjadi bahan pro dan kontra pelaku pasar di Indonesia sebab selalu dijadikan kambing hitam ketika pasar finansial sedang mengalami turbulensi. Di negara lain, masalah hot money atau capital control mendapat perhatian serius dari otoritas setempat.
Thailand dan India misalnya, memberi batas waktu dua tahun bagi hot money yang memasuki pasar finansial negara itu dan setelah itu bisa keluar lagi.
Di Indonesia, hot money bisa keluar masuk kapan saja sehingga berpotensi mengguncang pasar finansial domestik. Ketika hot money keluar dalam jumlah besar maka pasar finansial terguncang karena kekurangan dana akibatnya pasar modal terguncang dan nilai tukar rupiah berpotensi anjlok.
Namun, Darmin ketika ditanya seperti apa gebrakan barunya terkait kebijakan aturan capital control tersebut hanya tersenyum lebar. "Saya belum bisa bilang ke kalian nanti keduluan informasinya sebelum diumumkan," katanya, lalu tertawa.
Dia membocorkan sedikit mengenai rencana tersebut, namun tidak akan mengambil kebijakan capita control langsung, hanya mencoba mengurangi kecepatan keluar masuk hot money dari pasar finansial domestik.
"Memang masalah ini kami terus menerus membahasnya dan ini makanya kami serius membicarakan masalah ini," katanya. Ditanya apakah kebijakan itu akan berlaku bagi semua investor, Darmin memastikan, "Iya, semua."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang