Calon tunggal gubernur bi

Darmin Segera Umumkan Aturan Hot Money

Kompas.com - 11/06/2010, 17:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) sebagai calon tunggal gubernur Bank Indonesia (BI) 15 Juni 2010 mendatang, Darmin Nasution membuat gebrakan baru.

Darmin yang kini menjabat sebagai penjabat sementara (Pjs) Gubernur BI itu berniat memberlakukan semacam aturan baru terhadap hot money yang kerap membuat keteteran pasar finansial domestik.

"Kami akan umumkan dalam sebulan ini. Upaya untuk kurangi kecepatan keluar masuk (hot money). Tidak hanya dari dalam. Kami tidak bedakan dari luar dan dalam," kata Darmin di Gedung BI Jakarta, Jumat (11/6/2010).

Hot money dikenal sebagai dana dari luar negeri dalam jangka waktu yang sangat pendek, masuk ke pasar finansial domestik bisa ke pasar modal, pasar uang atau pasar devisa, obligasi negara, dan sebagainya.

Hot money selalu menjadi bahan pro dan kontra pelaku pasar di Indonesia sebab selalu dijadikan kambing hitam ketika pasar finansial sedang mengalami turbulensi. Di negara lain, masalah hot money atau capital control mendapat perhatian serius dari otoritas setempat.

Thailand dan India misalnya, memberi batas waktu dua tahun bagi hot money yang memasuki pasar finansial negara itu dan setelah itu bisa keluar lagi.

Di Indonesia, hot money bisa keluar masuk kapan saja sehingga berpotensi mengguncang pasar finansial domestik. Ketika hot money keluar dalam jumlah besar maka pasar finansial terguncang karena kekurangan dana akibatnya pasar modal terguncang dan nilai tukar rupiah berpotensi anjlok.

Namun, Darmin ketika ditanya seperti apa gebrakan barunya terkait kebijakan aturan capital control tersebut hanya tersenyum lebar. "Saya belum bisa bilang ke kalian nanti keduluan informasinya sebelum diumumkan," katanya, lalu tertawa.

Dia membocorkan sedikit mengenai rencana tersebut, namun tidak akan mengambil kebijakan capita control langsung, hanya mencoba mengurangi kecepatan keluar masuk hot money dari pasar finansial domestik.

"Memang masalah ini kami terus menerus membahasnya dan ini makanya kami serius membicarakan masalah ini," katanya. Ditanya apakah kebijakan itu akan berlaku bagi semua investor, Darmin memastikan, "Iya, semua."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau