Man of the match

Tshabalala, Dari Soweto untuk Soweto

Kompas.com - 11/06/2010, 23:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penduduk Soweto di Afrika Selatan akan selalu mengenang Siphiwe Tshabalala. Itu berkat gol pertamanya di Piala Dunia 2010 yang dibuatnya ke gawang Meksiko.

Gol itu semakin berkesan di hati warga Soweto karena Tshabalala adalah putra asli kelahiran daerah tersebut. Bukan hanya itu, gol itu juga tercipta di Stadion Soccer City, letaknya juga di Soweto, sebelah barat daya ibu kota Johannesburg.

Mungkin tidak ada yang menyangka jika Tshabalala bakal mencetak gol ke gawang Meksiko di laga pembuka tersebut. Bagaimana tidak, sebelum menit ke-54, "Bafana Bafana" kalah jauh dalam penguasaan bola. Sampai babak pertama berakhir, Aaron Mokoena dan kawan-kawan hanya menguasai 40 persen alur bola.

Semua berubah ketika Tshabalala pamer kekuatan di menit ke-55. Mendapat umpan dari Kagisho Dikgacoi, winger kiri itu sendirian melewati Ricardo Osorio, sebelum menaklukkan kiper Oscar Perez dengan sekali tendangan kaki kiri.

Seisi Stadion Soccer City bergemuruh menyambut gol itu. Terompet Vuvuzela berkumandang seolah ingin menegaskan bahwa Afsel sudah menjadi pemenang meski pertandingan masih menyisakan waktu 35 menit lagi. Namun, gol Tshabalala itu tak urung mengubah semangat juang tim asuhan Carlos Alberto Parreira.

Setelah gol Tshabalala itu, Afsel sedikitnya punya dua peluang emas mencetak gol tambahan. Satu dari Teko Modise, satu lagi dari Katlego Mphela. Dua-duanya gagal menjadi gol sehingga nama Tshabalala tetap dikenang sebagai satu-satunya pemain Afsel yang membuat gol di laga perdana ini.

Gol itu adalah gol indah yang mempertontonkan kecepatan lari pemain 25 tahun tersebut. Di sayap kiri, itulah posisi yang biasa digeluti kiri luar Kaizer Chiefs. Karena kelebihannya sebagai gelandang serang, Tshabalala sewaktu-waktu juga bisa bergeser ke tengah. Dengan postur tubuh tak terlalu tinggi, hanya 170 cm, pemain berambut gimbal ini bisa leluasa membawa badannya menyusuri lebarnya lapangan.

Bakat yang dimiliki oleh Tshabalala itu mulai muncul ketika ia belajar sepak bola di Kaizer Chiefs. Namun, karier profesional Tshabalala justru dimulainya di Free State Stars sejak 2004. Hanya butuh dua tahun bagi pemain kelahiran 25 September 1985 itu untuk masuk ke jajaran tim nasional "Bafana Bafana". Debut internasionalnya terjadi pada 2006 pada laga persahabatan lawan Mesir. Sejak itu, ia selalu masuk skuad untuk turnamen-turnamen besar internasional.

Setelah tiga tahun membela "Ea Lla Koto", hati Tshabalala terpanggil kembali ke Kaizer. Di sini permainannya semakin menonjol. Kemampuan inilah yang mengantarnya ke luar Afsel untuk mencicipi atmosfer sepak bola di Inggris dengann bergabung ke Coventry City musim depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau