Rooney Dibela Hakim Hegarty

Kompas.com - 12/06/2010, 00:59 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Pengadilan Inggris, Manchester Mercantile Court, menunda pelaksanaan sidang perkara perdata yang melibatkan penyerang Inggis, Wayne Rooney dan mantan agennya, Paul Stretford, sampai Inggris selesai mengikuti Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Menurut media-media Inggris, hakim yang menangani perkara tersebut tidak ingin mempertaruhkan misi Inggris menjuarai Piala Dunia demi menuntaskan kasus tersebut.

Rooney pernah bernaung dalam firma manajemen olahraga, "Proactive" dengan Paul sebagai agen yang menanganinya. Pada 2008, Paul keluar dari perusahaan tersebut dan menjadikan Rooney dan, istrinya, Coleen, sebagai kliennya. Belakangan, Proacitve mengklaim, ketika memutuskan kerja sama, Rooney dan Coleen mempunyai tanggungan utang sebesar 20 persen dari pendapatan sebelum putusnya kerja sama itu.

proactive membawa masalah ini ke pengadilan dengan tuntutan Rooney harus membayar 4,3 juta poundsterling sebagai kompensasi.

Sidang itu belum selesai, ketika Rooney berangkat ke Afrika Selatan bersama skuad Inggris untuk menghadapi Piala Dunia. Di tengah-tengah persiapan itu, pengadilan sebetulnya mengeluarkan jadwal sidang Rooney. Namun, pengadilan memutuskan menunggu sampai Rooney selesai menunaikan tugas negara.

"Setelah mendengar penjelasan kedua pihak, Hakim Hegarty QC memutuskan tidak mmutar atau menangani kasus ini sampai Tuan Wayne Rooney selesai di Piala Dunia 2010," demikian pernyataan Manchester Mercantile Court.

Sementara itu, juru bicara Rooney mengatakan, "Kami telah mendapat jaminan bahwa tak ada pengadilan dalam kasus ini setidaknya sampai keterlibatan Wayne di Afrika Selatan selesai." (DM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau