Bila Haid Datang Tak Menentu

Kompas.com - 12/06/2010, 07:13 WIB

Kompas.com - Sudah banyak cara kita terapkan agar terhindar dari nyeri haid yang berlebihan. Mulai dari makan seimbang hingga rajin yoga. Hasilnya, ketika "tamu bulanan" datang, kita bisa tetap beraktivitas tanpa hambatan. Namun, saat waktu kedatangan tidak menentu, kita tidak bergerak untuk mencari tahu.

Memang selama siklusnya masih normal, yakni 25-35 hari, kita tak perlu cemas. Namun, jika haid tak datang sampai 25 hari dari waktu mens terakhir, kita perlu bertanya-tanya. Sama halnya jika setelah lebih dari 7 minggu kita tak juga datang bulan.

Menurut dr.Linda Bradley, direktur Center for Menstrual Disorder Fibroids and Hysteroscopic Service di Cleveland Clinic, perubahan pada siklus haid, sesimpel apa pun bisa menjadi sinyal dari berbagai problem, baik yang ringan maupun berat.

Yang ringan, misalnya ternyata kita hamil. Atau, ada masalah pada alat kontrasepsi yang kita gunakan. Sedangkan yang paling mengkhawatirkan menurut para ahli, adalah bisa jadi kita menderita endometriosis.

Perubahan lain yang juga tak boleh kita acuhkan adalah jika darah yang keluar selama mens sangat sedikit, atau sebaliknya, lebih berlimpah dibanding biasanya. Tak hanya itu. Ditambah juga dengan rasa nyeri tak tertahankan pada perut, yang membuat kita tak bisa menjalani aktivitas harian secara normal.

Yang mesti dilakukan, periksakan diri ke dokter kandungan. Siklus haid yang berubah pada umumnya berhubungan dengan ketidakseimbangan hormon. Jika pemicunya adalah alat kontrasepsi, maka kita harus segera menghentikan pemakaiannya.

Selain itu, hal lain yang bisa mengganggu kinerja hormon adalah konsumsi obat tertentu, penyakit autoimun, ada infeksi, berolahraga secara berlebihan, serta stres. Pola diet tak seimbang juga bisa menyebabkan perubahan pola siklus haid.

Studi yang dimuat di jurnal Obstetris & Ginecology tahun 2000 menyebutkan, diet vegetarian terbukti efektif dalam meringankan kram perut dan gejala premenstrual lainnya. Tak ada salahnya kita mencoba, dengan memperbanyak asupan sayur, dan mengurangi konsumsi daging merah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau