Harga Obat Resep Dokter Bisa Selangit

Kompas.com - 12/06/2010, 21:45 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Obat yang dibeli dengan resep dokter di semua apotik di Kupang mahal tak tertandingi. Obat yang sama jika dibeli tanpa menyodorkan resep dokter jauh lebih murah dibanding resep dokter.

Diduga, dokter praktek bekerjasama dengan pengelola apotik untuk mempercepat proses pembelian obat di apotik itu, terutama bukan jenis obat generik. Moses Muga (48) salah seorang pasien salah satu dokter praktek ahli penyakit dalam di Kupang, Sabtu (12/6) mengatakan, dirinya mendapat resep dari dokter ahli penyakit dalam tiga jenis; artilox 7,5 sebanyak 12 tablet, cytostol 10 tablet, dan tizacom sebanyak 12 tablet.

"Saya beli obat itu di apotik, tempat dokter ahli penyakit dalam itu praktek dengan harga Rp 450.000. Tetapi setelah obat itu habis, saya datang lagi ke dokter yang sama. Dia memberi resep serupa dengan jumlah yang sama,"kata Muga.

Tetapi Muga kali ini Muga tidak menyodorkan resep dokter. Ia langsung menyebut nama obat, dan jumlahnya. Ternyata tanpa menyodorkan resep, Muga hanya dikenai biaya Rp 150.000 untuk ketiga jenis obat tersebut, dengan jumlah yang sama banyak.

Hal serupa disampaikan Maria Magdalena Tupen (54) yang mendapat resep dokter berupa obat malaria (pimaquin) dan vitamin (surbex Z) masing masing berjumlah 15 tablet. Harga obat beresep itu Rp 85.000, sementara tetangganya membeli tanpa menggunakan resep dokter hanya Rp 37.000, dengan jumlah yang sama banyak.

Dokter ahli penyakit dalam KKB (49) mengatakan, resep yang diberikan disesuaikan dengan kemampuan finansial pasien. Seorang dokter ahli sebelum menulis resep, ia selalu menanyakan dulu pekerjaan dan latar belakang pendidikan.

"Memang obat generik lebih murah daripada obat lain, tetapi apakah semua jenis obat masuk kategori generik atau tidak. Ada jenis obat tertentu yang bukan generik sehingga pasien merasa mahal," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau